23 Mei 2003

dia telah menyusuri jam demi jam di dada lelaki yang murung
dengan segala remah remah waktu dan segala sia sia wajahnya akan terlihat merdu
ketika bangun dari tidurnya yang berpeluh
dia akan terlihat larut dengan sprei selimut dan bantal yang masih basah oleh keringat
sejak itu ada yang tumbuh perlahan
pada debur yang jauh pada lembab angin laut dan dingin kabut pegunungan
sesuatu yang sulit untuk di tanggalkan dan mengamuk dikala sepi dikala ia penuh tekanan
dia akan menyediakan diri sebagai korban sebagai seseorang yang pantas terbantai
tapi kau menentukan tapi kau menguasai tubuh tubuh yang terkulai
yang memohon yang menghiba yang merajuk
yang terus menerus meminta dan sesal dan berpaling
lalu di dapatinya pada seseorang yang terkapar dengan tatap aduh
yang akan dijawabnya dengan teriak yeah dan tergesa
lempuyangan

hidup menjadi asing ketika engkau menjelma
igauanigauan dalam mimpi burukku yang panjang.
cinta yang kau kirimkan menjelma batu pada sungai harap,
mengalirkan seluruh resah dalam perahu tanpa sampan.

stasiun dalam kebisuan, menangisi anakanak kecemasan
yang setia melantunkan dongeng negeri dari tutuptutup botol
tak bermerk. hujan batu di negeriku, membawa logamlogam
hitam, menyimpan belati pada belahan jantung paling kiri.

lampu merkuri berdarah dalam pekat,
mengumpulkan seluruh tanda tanya yang tersebar
di atas tanah kecemasan.

lihat! sebuah kepala tergeletak tanpa tubuh,
tanpa nama, tanpa asalusul.

BumiAllah, 04 agustus 2002

istirahatlah sebelum kepulangan itu, aku menemanimu di sini.

22 Mei 2003

Perginya

perginya yang lalu
tinggalkan selusin tanya tersisa
membenamkan misteri dari awangan
dalam lumpur kering terang

perginya yang lalu
sepikan ramai di antara
rebahkan gejolak rasa merangkai tua
yang bawa raga ke arah siang

[21.05.03]
ia menuliskan lagi kegelisahan
di sebuah tembok :
"seumpama pohon, tubuhku adalah
pohon kering kaku dan layu
bungaku disukai oleh orang-orang luka
para waria, kaum gay dan kaum lesbian"

21 Mei 2003

ingin

ingin kutelan bibirmu, bibirmu tersenyum
ingin kulumat senyummu, matamu melotot
ingin kuludahi matamu, dadamu berguncang
ingin kujilati dadamu, tanganmu menghempang
ingin kucengkram tanganmu, pinggulmu berontak
ingin kudekap pinggulmu, kelaminmu marak
terbakarlah kitab-kitab tua
dan padanya malaikat menghambur keluar
gema terompet menjajah diri
memasung ingin menjadi hamba
dan kakimu kelak bemahkota

19mei2003
tulisan:
JOE TAMPUBOLON from Yogya


1.

Kesendirianku disini
dikota pelajar ini
aku selalu teringat padamu
wajahmu selalu mengikutiku

kesendirianku ini
slalu....ingin...
entah kapan...
kesendirianku begini

kesendirianku ini...
slalu kuingat kenangan itu
kenangan manis waktu yang silam
akankah semua ini terulang...

kesendirianku ini
slalu bertanya tanya
adakah hatimu tetap seperti dulu


bilakah kesendirianku ini berlalu
apakah kau ingin juga dalam kesendirianmu?
tanyalah pada hatimu...
rasanya kesendirianku sulit tuk terobati
rasanya....diriku lemah tanpamu...


24 januari 1999


2.

kasih........
disenja itu kau termenung
seakan akan kau bisu
tak satu katapun terucap dari mulutmu

memang disana itu
aku sedang bingung
dan sedang banyak masalah
kurelakan kau diam seribu kata

tapi...kuingin kau bisu hanya saat itu saja
tapi esok janganlah kau membisu lagi...


03 november 2002

SAYAP-SAYAP ANUGRAHMU

Guratan pena joyko saksi naluriku
Tuk julurkan sayap berpacu dengan waktu
Meniti setiap helai dedaunan
Seiring denyut nadi dan rotasi bumi
Hamparan padang pasir
Dan bangunan serba beton
Lurus jalanan Nasr City
Saksi anugrah indahmu
Tiga ribu sayap-sayap anugrahmu disini
Berjuta nan jauh disana
Bahu-membahu tuk wujudkan cita
Meraih tanah air damai tentram dan sejahtera
Merenopasi taqlid
Mencoba terobos pencerahan
Tuk wujudkan kedamaian
Baldatun toyibatun warobun gopur

10 th District, mutsallats, Cairo
December 01, 2002 C
Ada mimpi yang mengapung pada bilur bilur kesepian
menghentak hentak seperti music disco di channel V...

Ada mimpi yang mengapung pada bilur bilur asa
mengaduh kesakitan terantuk kenyataan....








20 Mei 2003

seribu satu doa kurangkai sepanjang malam
sepanjang pendakianmu yang hanya berbekal peta kesabaran
dan aku, akan menunggumu pulang di jalan ini
jalan yang kita tapaki dengan seluruh rindu.


Mengapa masih juga kau kunjungi taman hatiku,
wahai kerinduan....?






18 Mei 2003

sayang,
untuk segala hal yang sudah kau berikan
segala hal yang telah pula aku relakan
marilah kita saling belajar ..
untuk tidak pernah melupakan 1 hal yang paling penting, "kasih sayang"

dan untuk setiap waktu yang kita habiskan bersama,
malam dan siang dimana kita berdua
mari kita saling mengingatkan,
untuk tidak pernah melupakan yang terutama, "rasa percaya"

sehingga meskipun dari kita akan timbul begitu banyak hal,
senyum, ataupun airmata ..
senang, ataupun kepedihan ..
tetap saja akan ada satu percaya,
bahwa selama kita tidak menyerah maka segalanya akan baik baik saja,
ya .. akan baik2 saja .