25 Agustus 2001

mereka bercerita kepadaku tentang mimpi di siang hari
mimpi yang menjadi-jadi dan selalu terjadi
mereka bercerita kepadaku tiada henti
setiap kali isinya terbagi-bagi
mereka bercerita kepadaku melalui hati
dan aku merenungi diri, mencoba menyelesaikan teka teki
dari dongeng-dongeng utopia peradaban kini
yudaskah dirimu?
si peragu?
yang menggantung diri di batangan pohon
setelah menukarkan diri dengan sekantung kepingan emas
aku, aristoteles dan yudas

mirip-mirip aristoteles
ketika mendatangi plato
entah mengapa aku tak
begitu yakin denganmu

namun...
mirip-mirip yudas
yang mengkhianati yesus
tak juga kutinggalkan kamu

entah mengapa...
seandainya kau bisa memilih katamu
lalu apakah yang menghalangimu?

seandainya aku datang lebih dulu kupikir
lalu apakah salahnya terlambat?

seandainya kau jujur malam tadi
seandainya kau berani malam tadi

tentu aku tak gelisah begini...
tapi kau menginginkan aku?!

22 Agustus 2001

aku mencarinya dalam debu-debu
di antara retakan dinding dan buku-buku
aku mencarinya dalam abu
di antara perapian dan tungku-tungku
aku mencarinya sampai mati kaku
:di depan pintu itu ku membeku

20 Agustus 2001

yang ingin kukatakan
saat ini adalah
kita tak perlu berkata-kata lagi
biar rapat bibirku
dan bibirmu

hening
mencekam

19 Agustus 2001

kunanti kau di tempat itu...
ini pertama kalinya buat kita... kita berdua...
setengah jam sudah aku menanti... kau tak kunjung tiba...
telpon genggamku berbunyi... semoga darimu...
tepat seperti dugaanku
kau berkata dengan nada suara tak menentu
aku terdiam saat kutangkap isi kata-katamu...
"Maafkan aku... Aku masih setia pada kekasihku..."
dia tak marah
dan tak ingin dipapah
terimakasih dan maaf
yang keluar dari dua ujung bibirnya

aku memandangnya penuh tanya
yang tak sudi berkata-kata
aku tak apa-apa
hanya bertanya mengapa?

bgr, 27,01.01@daw

17 Agustus 2001

segalanya...segalanya
segalanya yang ada akan hilang
musnah sebentar lagi...
tak lama lagi!

mawar itu pun kini sudah
tak ada lagi...entah kemana (dan kenapa)
lalu meja yg terus bergoyang dan
kendang yg ditabuh-tabuh...
hilang semua...kembali sunyi
sementara angin...cuma lalu
tak berbekas
tak bersisa

cuma lalu...

apakah memang perlu suatu
penjelasan...tentang hidup?
kehidupan? kemanusiaan?
atau tentang seseorang yg
tak bisa tidur karena tak ada tempat??

entahlah...semua cuma lalu
hidup, kehidupan, kemanusiaan,
kematian, kecintaan, kerinduan
tak berbekas tak bersisa
mirip-mirip angin siang ini
terasa dingin...sudah itu panas lagi!
j e t ' a i m e

saat hujan mulai turun
kuingin jibril bersamaku
menyalakan lilin dan
menghangatkan diri
lalu kata tinggal kata
lagu tinggal lagu

tak ada yg tertinggal
tak ada yg tersisa...

lagi-lagi!