26 Desember 2003

when was it ... where was it ...
how long has it been?
since the last xmas rhyme ..
since the last first noel ...

dreaming of a white xmas ..
where has the feelings goes?
gone and never come back ...
and i am a loner.

forever?
don't let me be alone here christmas dear ...
engulf me.
take away this tear ...
let me smile again ..
after all .. its christmas isnt it?
Christmas Wish to Santa Claus


This Christmas, I was
Unable to differ between happiness and sadness
Unable to see what’s waiting ahead
Unable to shout out what’s been waiting to explode inside

Imagination has became reality
Fantasy has came true
Doubts has been swept away

Reality smells like apple
Reality feels so comfy and warm
Reality kisses with love

Waiting for reunion of lost souls
No matter where and how
Months or years from now
Forever if I should wait

Dear Santa, this will be my Christmas wish
And it will remain the same every year from now on
Please don’t let IT fade

Merry Christmas for all loners
Shed your tears of sorrow
For there’s always someone for you
Look harder to find them
They might be somewhere you can’t even imagine

Keep them forever once you find them
As I have found mine, and forever I shall not let go

25 Desember 2003

Merry X'mas Everyone ....

23 Desember 2003

terlalu aku memendam rasa ..
sangsi berkelana .. siapa yang tahu?
kenapa harus terbiar rasa memakan diri
kenapa sedih harus mencengkam?
pernah kah yang kau tangisi itu mengerti?

tapi kenapa jika ingin pergi ...
dan timbul satu persoalan ...
jika aku harus kehilangan dirimu ...
maka aku memilih untuk mengakhiri hidup ini.
sadis ... dan aku bercerita tentang ketidakpuasanhatiku terhadap lelaki!

21 Desember 2003

engkau terlalu berharga
tuk dicampakkan,
oleh sebab itu
engkau pun terlalu berharga
tuk kudapatkan...

kar'na engkau terlalu berharga,
maka kini hati berserta seluruh jiwaku pun tersayat
oleh lendir-lendir hargamu...
yang selalu saja menagih kesucian tubuhku!!!




20 Desember 2003

thank's for hacked
i o u

08 Desember 2003

XIII.
setengah detik, kau berlalu dalam pandangan yang guram. satu detik, hanya tanganmu dan nyala dari puntung rokokmu yang terpatri di kepalaku. aku sedang sakit kepala. luar biasa. aku sedang butuh kendali dalam ruang-ruang di sekitarku dan aku ingin dada lelaki untuk mendekam. sebentar saja.

aku benar-benar butuh liburan. semua hal sedang menusukku dari segala arah dan membuat segalanya begitu tidak terkendali dan malam menjadi semakin panjang. lama dan tidak memuaskan. aku seperti ingin menyimpanmu di laci lemariku atau dalam saku. seperti hp yang selalu ada ketika butuh pengalih perhatian tiba-tiba. tetapi itu tidak mungkin terjadi karena kau selalu kehabisan batere. menghilang tanpa jejak dan bekas.

kesetiaan bagimu serupa dadu dan angka satu, dua tetaplah sebuah persinggahan. semuanya untuk kita, orang-orang yang tidak pernah percaya sesuatu yang absolut kecuali vodka.

06 Desember 2003

lelaki yang mencurigai tuhan
:das

aku pernah membayangkan jika awan-awan berarak di atas kepalamu
seperti mereka pernah lakukan pada lelaki arab dulu
dan aku berjalan mengikutimu ke mana juga

juga ketika kau mengayun-ayunkan tongkat tua
memilah-milah setapak menembus gelap

berapa usia perkenalan kita?

sungguh ingin kuajak kau ke laut
menyumpah-nyumpahi para filsuf
bermalam-malam menyusun kembali kitab-kitab suci

di atas perahu hanya kita berdua
biar ada badai biar ada hiu

atau seperti malam tadi ketika kita
melingkari gelas-gelas kopi sepi
dan menolak dosa-dosa

tidakkah t'lah berulang-ulang kita lakukan itu?
sementara tak satu pun awan-awan itu mengikutiku

lantas apa sebab semua itu,
apa sebab awan-awan itu tetap di atas kepalamu,
sedang kau terus mencurigai tuhan?

jatinangor, 6 des 2003

04 Desember 2003

kosong, hampa...
tak pernah ada kata-kata elok
yang menghiasi ruang senyap dikesunyian malam ini
pahitnya getir pengkhianatanmu
mahligai kehidupan yang tercabul
yang pada akhirnya
hanya menyisihkan sebuah kamar gelap nan sempit
dibalik batin yang tertekan ini,
mengurung serta mengubur jiwa ini
didalam rasa sakit, perih dan pedih...



03 Desember 2003

baru kelmarin rasanya aku tersungkur
menyembah bumi
tiada apa yang aku dapat di situ
hanya kesakitan

entah siapa yang menarik aku
Tuhan kah?
atau dia ..dambaan hati ku?
atau aku sendiri yang bangkit tidak tahan sakit?
tapi aku sudah berdiri
gagah disini

aku melihat disekeliling ku ..
eh .. bersedia menerima kesombongan ku
kerana kali ini
aku tidak akan mahu jatuh lagi

p/s: hari pertama setelah aku tahu aku dpt kerja di ntv7 shah alam
pelarian pertama

aku berlari ke arah timur matahari
mencari pertanda tentang cahaya
membuat peta sendiri dengan tangan
dan kaki
seperti ribuan tahun lalu ketika lakilaki
memaki anaknya sendiri
seperti itu juga telah kukemas airmata
sebagai bekal pertama membaca garis
pada telapak tangan dan isyarat alam
sebagai naluri petualang

inilah pelarian pertama
atas semua yang pernah lahir
tumbuh dalam sumsum sebagai pertanda
hidup memang ada.

BumiAllah, 28 nopember 2003