28 Februari 2002

met ultah buat butre:)))
sitenya juga makin keren euy, truz nulis yah:))
ada apa dengan cinta
ada apa dengan benci
ada apa dengan luka
ada apa dengan ada apa
ada apa dengan apa ada
ribuan sejarah menentes
dipanasi bulan dibalik awan
bercampur dengan air mancur
dari hati yang berlubang

kenapa kau tombak aku
tepat di dada
terpancang pada dinding waktu
terjala jaring kata

dan kini aku sekarat
di atas matahari barat
tarik nafas yang satu satu
dari atmosfir milikmu

tengkorak berderak derak
didesak kepompong masak
dari ulat mulutmu
saat kau beri aku ciuman rindu

berhenti saja berdetak
darahku teracun biru
gigitan rentang waktu
aku ingin kaku beku.

terlalu, kamu ....

27 Februari 2002

aku berpikir dunia adalah nyata
aku melihat dunia adalah hidupku
apakah hanya hidupku?
aku melihat dunia nyata
tapi itu bukanlah hidupku
Soneta XVII

aku tak mencintaimu seolah-olah kau adalah serbuk mawar atau batu topaz
atau panah anyelir yang menyalakan api
aku mencintaimu seperti sesuatu dalam kegelapan yang harus dicintai
secara rahasia, diantara bayangan dan jiwa

aku mencintaimu seperti tumbuhan yang tak pernah mekar
tetapi membawa dirinya sendiri cahaya dari bunga-bunga yang tersembunyi
terimakasih untuk cintamu suatu wewangian padat
bermunculan dari dalam tanah, hidup secara gelap di dalam tubuhku

aku mencintaimu tanpa tahu mengapa, atau kapan, atau darimana
aku mencintaimu lurus, tanpa macam-macam tanpa kebanggaan
demikianlah aku mencintaimu karena aku tak tahu cara lainnya

beginilah: dimana aku tiada, juga kau
begitu dekat sehingga tanganmu di dadaku adalah tanganku
begitu dekat sehingga ketika matamu terpejam akupun jatuh tertidur


-Pablo Neruda

nb: udah lama gak ber-neruda ria:) met baca terjemahan gue, yg pernah diposting disin dolo banget.
aku pernah mendarat di pintumu
di pagi buta
seperti mencari ibu
ada apa di matamu,
kesepian yang kau samarkan?
Aku Ingin Bersama Selamanya

Ketika tunas ini tumbuh
Serupa tubuh yang mengakar
Satu nafas terhembus adalah kata,
Angan, debur, dan emosi tercampur
Dalam jubah terpautan
Tangan kita terikat....
Bibir kita menyatu...
Maka setiap apa yang terucap
Adalah sabda pendita Ratu
Di luar itu pasir...
Di luar itu debu...
Hanya pasir meniup saja lalu hilang
Terbang tak ada
Tapi kita tetap menari,
Tarian cuma kita yang tahu
Jiwa ini adalah tandu...
Duduk saja...maka akan kita bawa semua...
Karena kita adalah satu

(Puisi Cinta)
Perempuan datang atas nama cinta.
Bunda pergi karena cinta.
Atas dirinya...
Digenangi air racun jingga
Adalah...
Wajahmu seperti bulan lelap tidur di hatimu
Yang berdinding kelam dan kedinginan
Ada apa dengannya...
Meninggalkan hati untuk dicaci
Percaya...
Sampai darah ke lututpun aku tak percaya
Lalu...
Rumput tersabit
Sekali ini aku lihat karya surga
Dari mata seorang hawa
Percaya...
Tak tahu...
Ada apa dengan Cinta ?
dan...
Aku akan kembali dalam satu purnama
untuk mempertanyakan kembali cintanya...
Bukan untuknya, bukan untuk siapa
Tapi untukku, karena aku ingin kamu
Itu saja.
(ekky imanjaya, puisi ending A2DC)
"sampai kapan seorang kekasih
tetap setia pada pujaan hatinya?"

-CBK-

26 Februari 2002

aku berada dalam jurang.
rasanya mengerikan.
setiap detik peluhku jatuh menyentuh tanah, seketika itu aku merasa alam memperingatkan.
sungguh!


baikkah jika kulebur semua ini menjadi kenyataan saja.
tapi, mati merupakan sebuah ancaman yang mengerikan.
kehilangan, kesepian, dan satu lagi konsistensi manusia ku yang biologis. remuklah jiwa dan raga.
kemana nanti dia pergi?
oh, celaka!
sungguhlah dalam jurang ini sangat mencekam!


(menunggu kematian, soeharto)