16 Mei 2003

Ayo-ayo, rame-rame ke acara ini:

MALANG
“Bedah Novel Eka Kurniawan: Cantik Itu Luka”
Pembicara:
- Raudal Tanjung Banua (Jurnal Cerpen)
- Eka Kurniawan (Penulis)
- EM Ali (Akademi Kebudayaan Yogyakarta)
Moderator: Puthut EA (editor ON/OFF)
@
Sabtu,17 Mei 2003
Universitas Merdeka Malang
10.00 WIB - selesai

SURABAYA
"Launching Antologi Cerpen: 10 Kisah Cinta Yang Mencurigakan"
"Pesta Puisi dan Cerita Pendek"
Bersama Kollektif Kalpataru
Acara:
Pembacaan puisi, cerita pendek, performance art dan musik
@
Senin,19 Mei 2003
Parkir Depan Student Center
Fakultas Ilmu Sosial Politik
Universitas Airlangga (FISIP UNAIR)
19.00 WIB - selesai

Nb: Zam, aku nyampe besok pagi di Malang.

15 Mei 2003

: Malam

aku ingin bercinta dengan malam
mencumbui kesendirian
berpeluh napsu dengan kesepian

seperti terbius asap rokok
seperti perbincangan kita tentang pencarian
yang menggiringku kesatu titik temu
dengan jalan yang terjal diwajahku

aku ingin bercinta dengan malam
dimana bintang bintang dan bulan
menyaksikan pergumulan kita dengan kecemburuan

seperti saat kopi dan rokok menjadi sejoli
lalu teh mencemburuinya

yaa...aku ingin bercinta dengan malam
sangat ingin....
dan...maukah kau bercinta denganku sayang?



Colombo Mei 2003


: H.M



pernah kubertanya pada malam,
saat mata tak bisa terpejam
saat yang ada hanya binatang malam
kemana perginya sebuah rasa yang bisa mengumpulkan
semua sumber air mata?

ada mata yang begitu sayu
tak lagi bening
ada bibir yang begitu beku
tak lagi manis
ada wajah yang begitu lelah
tak lagi bercahaya


pernah kumenangis pada malam,
saat belati tajam itu tergeletak bersimbah darah disampingku
dan aku tak lagi bisa bergerak
genangan darah itu....darahku sendiri.....membuatku mual,
membuatku ingin muntah..
tapi aku tetap tak bisa bergerak

pernah kumengadu pada malam,
saat yang terdengar hanya lolongan anjing malam
yang menyayat kalbu...
haaah......
sudah tak memiliki rasakah aku?


14 Mei 2003

DARNIESA

Biru dan ungu berpadu
Walaupun merah dan kuning
Mencoba tuk jadikan hitam
Lukisan indah anugrah yang maha segalanya
Ketika merah muda hinggap
Unguku hilang entah kemana
Jahat memang, tapi itu adanya
Walaupun telah kucoba korbankan biruku
Janji-janji mungkin tinggal janji
Kini kuberusaha tuk jadi putih
Bebas dari segala beban walaupun menyakitkan
Dan melukai darniesa paduan kita
Suara keledai dan cekikikan putri duyung
Itu semua resiko dan akan lebih baik
Ketimbang auman macan dan lolongan srigala
Walaupun harus menghapus wanginya darniesa kita
Maapkan aku kasih
Mudah-mudahan kita bisa menemukan paduan yang tepat
Dari kesalahan paduan antara kita
Dibalik tragedi pasti ada hikmah yang bisa kita petik

23 Okt 2002

13 Mei 2003

ini seperti dejavu

ini seperti kembali ke masa lalu, dimana perbincangan tentang cinta dan semesta
adalah malammalam panjang milik kita yang selalu menyisakan sebuah tanya,
: hendak singgah dimana jiwa ini?
lalu kita melihat gubukgubuk dibangun sepanjang jalan yang dilalui

ratapan pun melengking sepanjang langkah, sedang luka yang memuncratkan
darah berbau amis itu masih setia dalam dada, dan alunan kecapi itu pun sepertinya
sudah tak asing lagi. kita mengenalnya jauh sebelum malam menjadi kelam

ini seperti dejavu!
tapi kita lantas cepat menjadi yakin
bukankah kita tak pernah duduk di bangkubangku dengan bayangan yang sama?*

kita tidak kembali ke masa lalu, tapi kita tak lagi asing
sebab pernah dalam mimpimu, ini begitu nyata.

*) dikutip dari puisi W. Haryanto yang berjudul "Jalan-jalan Penuh Nyanyian"

12 Mei 2003

Hari ini cinta datang mengetuk
tapi pergi sebelum pintu dibuka
berapa ya....jumlah orang yang dapat mendengar suara hati?
haah......kelihatannya lebih sedikit lagi yang mengikutinya...

selama ini kita telah tumbuh menjadi generasi yang
dibuai oleh dongeng klasik
dimana cinta adalah kunci kebahagiaan...
tapi kenapa kita tidak pernah tahu bagaimana mencari cinta?
apalagi untuk mengetahui
kapan cinta datang berkunjung,
tidak ada dari kita yang tahu

tapi saat ini aku berharap
Andai Ia Tau.........


*From Andai Ia Tau


akulah sungai itu

akulah sungai yang bermuara tanpa tujuan
yang menggeliat dengan belaian matahari
yang menjadi cermin dari wajahwajah penuh luka

akulah sungai yang mengalirkan seribu satu cerita
dari anakanak negeri yang teraniaya
ada darah yang mengalir
ada sampah yang menyumbat
ada ikan yang mati karena busa
ada engkau yang setia membasuh kaki di tepian

akulah sungai itu
yang telah memendam seluruh bahasa semesta
menjadi bahasa bumi paling purba

BumiAllah, 12 Mei 2003

11 Mei 2003

ingin terbang

seseorang membuat gua di awan
dalam kesendirian manusia pertama
tergantung antara bumi dan surga
antara nyata dan maya

"dapatkah aku membedakan air matamu dan hujan ?"

seorang berkesah keluh di awan
lelah pada semua peran
pada semua suara gerak
rasa aksara makna

"dapatkah aku membedakan lirihmu dan kesunyian jagad" ?
Aku kehilang kata kata...
bahkan hanya sebentuk sapa untuk membuatmu tenang

aku kehilangan kata kata...

aku

kehilangan

kata

kata

..........................



05:00 TrEmbUku Mei 03

10 Mei 2003

KEPOMPONG

Kapas bertebaran mawar mulai merekah
Dibalik besi berani yang mulai pudar keberaniannya
Sang surya kini berkedip kupu mulai punah
Gerimis sore tadi jadikan sejuk suasana
Malam ini kapas itu mulai dipintal jadi kain
Dan mawar tambah merekah
Mentari bersinar tapi di belahan bumi sana
Sedang kupu hinggap kepompong kini di dahan
Tiga jarum itu terus berputar
Malam mulai mendekati petang
Selokan membesar menjadi sungai
Satu hal yang perlu kita sadari
Kain itu akan memudar
Dan mawar mulai menunduk
Serta mentari menampakan mega merah
Seakan mengiring kepompong jadi kupu dan mati

Booring room
First Oct 2002