kupersembahkan padamu tiga batang dupa
dan dua lilin putih yang telah meleleh
sebagai ungkapan terdalam rasa turut duka citaku
atas kepergianmu bersama gelombang badai tsunami.
hari ini adalah hari imlek,
tetapi tak ada tarian barongsai disekitar jalanan lagi,
tiada kata "GONG XIE FAT CHOI" lagi...
karena keharuman aroma cendana telah memudar
digapura kesedihanku yang berair mata diatas layar pusaramu,
dan kini... berubah menjadi bau amis tanah merah
meratapi tempatmu tujuh hari disemayamkan.
mereka sedang berpesta pora dengan meriahnya disana,
sedangkan aku disini menunggu kepulangan arwahmu
dimana hari ke empat puluh sembilan tragedi tsunami
yang bertepatan jatuh pada hari imlek tahun ini...
27 Januari 2005
24 Januari 2005
23 Januari 2005
kesombongan
hembusan angin yang merinding kuduk
telah membawa serta laras bersenapan luka
diantara desau murung pepohonan yang memancung raga
dan tulang kering dedaunan yang menyunting silam
akan kedatangan sebuah ilusi kematian...
pria itu telah melafalkan sesajak nafasnya,
yang terengah-engah membisu didalam bisiknya
hingga keringatnya pun membintik debu-debu diantara embun,
bersama sebatang puntung rokok yang mengabu
diantara asbak kekosongan...
selanjutnya,
penantian angkuh yang tak pernah kunjung tiba
tertebar disepanjang pelabuhan angkara
dengan mempertahankan sesudut kekerasan jiwa
yang masih saja penuh dengan ungkapan kesombongan...
hembusan angin yang merinding kuduk
telah membawa serta laras bersenapan luka
diantara desau murung pepohonan yang memancung raga
dan tulang kering dedaunan yang menyunting silam
akan kedatangan sebuah ilusi kematian...
pria itu telah melafalkan sesajak nafasnya,
yang terengah-engah membisu didalam bisiknya
hingga keringatnya pun membintik debu-debu diantara embun,
bersama sebatang puntung rokok yang mengabu
diantara asbak kekosongan...
selanjutnya,
penantian angkuh yang tak pernah kunjung tiba
tertebar disepanjang pelabuhan angkara
dengan mempertahankan sesudut kekerasan jiwa
yang masih saja penuh dengan ungkapan kesombongan...
08 Januari 2005
ternyata suara pukulan kentongan sekalipun
masih belum berkuasa menemukan jasadmu...
sedangkan disana lonceng kencana masih terus berdentang,
dan menjuntaikan sepasang tirai putih
disepanjang kota tempat bau anyirmu menyebar...
'By'...kemana lagi mustinya langkah kakiku menginjak?
kepada siapa lagi hatiku menggugat
kembalinya arwah beserta tubuhmu?
lihatlah...
kini tubuhku menangis terlentang diantara tubuhmu
yang dijejerkan diantara tubuh mereka,
engkau telah berpulang, meninggalkan ribuan kasta
yang masih menjadi pelayat dibundaran dunia kita,
kini sudah membekuk seluruh roh perana kematian
bersabda diatas ringkikan kuda dan embikan domba,
lengkingan suara tangis yang keriut
menggaung ditengah balai-balai kehancuran...
'By'...
apakah kini engkau sedang duduk bersila dipekarangan taman firdaus?
sebab pesanmu tergurat dibatu-batu berlumur darahmu.
doaku, berbahagialah engkau disana...
setelah jeram tsunami menjerangmu,
mengarungimu, menggugah arah tujuan hidupmu
untuk segera menjelang eden!!!
masih belum berkuasa menemukan jasadmu...
sedangkan disana lonceng kencana masih terus berdentang,
dan menjuntaikan sepasang tirai putih
disepanjang kota tempat bau anyirmu menyebar...
'By'...kemana lagi mustinya langkah kakiku menginjak?
kepada siapa lagi hatiku menggugat
kembalinya arwah beserta tubuhmu?
lihatlah...
kini tubuhku menangis terlentang diantara tubuhmu
yang dijejerkan diantara tubuh mereka,
engkau telah berpulang, meninggalkan ribuan kasta
yang masih menjadi pelayat dibundaran dunia kita,
kini sudah membekuk seluruh roh perana kematian
bersabda diatas ringkikan kuda dan embikan domba,
lengkingan suara tangis yang keriut
menggaung ditengah balai-balai kehancuran...
'By'...
apakah kini engkau sedang duduk bersila dipekarangan taman firdaus?
sebab pesanmu tergurat dibatu-batu berlumur darahmu.
doaku, berbahagialah engkau disana...
setelah jeram tsunami menjerangmu,
mengarungimu, menggugah arah tujuan hidupmu
untuk segera menjelang eden!!!
31 Desember 2004
dengan mata kepala yang ada,
darah mengalir dimana-mana,
ribuan jasad dan anggota tubuh yang terpisah
dan berhamburan memenuhi seluruh isi kota Aceh,
kini menjadi momok yang memilukan jiwa bangsa.
apakah ini sebuah wujud dari kemurkaan Tuhan?
marilah kita coba untuk mengayam semua masa lalu
kemudian kita menguak kembali keseluruhan arti sebuah karma
dari dosa apa yang telah pernah kita perbuat,
mungkin kita telah melupakanNYA,
atau mungkin juga kita telah menentang laranganNYA
dan mengabaikan ajarannya berserta perintahNYA.
mohon jangan menggelengkan kepala kalian
dengan kedua tangan yang tersembunyi
didalam saku yang telah robek,
sebab tanah yang retak telah meminum air mata dan darah
dari ribuan anak-anak yang masih perawan dosa
dan pusaran ombak yang menyeruak kalap
pun telah melinting, memusnahkan seluruh tempat berlindung...
semuanya hancur merata dalam sekejap mata.
Nangroe Aceh Darusalam,
kini Indonesia menangis dan berkabung didalam kesedihan...
sungguh tragedi yang meninggalkan luka perih yang mengenaskan,
yang semestinya tak pantas terjadi disaat suasana pergantian tahun...
pahit getir yang terasa menyayat, mengiris
seluruh batin hingga seluruh lahir,
teramat pedih, sakit menyekarat ke ubun-ubun
disertai rasa duka, cemas yang terus berkepanjangan,
tak habis berkelanjutan.
adik kecil... jangan menangis lagi,
jangan pula engkau berdiam diri t'rus,
jongkok dan bingung dipojok puing itu,
engkau tampak menggigil dan gemetar dikar'na ketakutan,
segeralah ayunkan sepasang tuas kakimu
tuk mencari tempat berlindung dari kedinginanmu...
adik kecil... janganlah merasa sungkan lagi tuk bertanya
pada sekelilingmu jikalau engkau ingin mencari
dan menemukan dimana sanak keluargamu.
cepatlah berlari sejauh mungkin selagi masih sempat,
tuk mendapatkan sesuap makanan
yang akan mengganjar isi perutmu
sebelum haus dan lapar datang menyapa tempurung lambungmu.
sesuatu yang harus engkau ingat dan camkan sebaik mungkin,
engkau harus tabah, seandainya nanti engkau mengetahui
bahwa engkau telah kehilangan kerabat dan sanak keluargamu,
karena Tuhan tak mungkin memberikan badai cobaan
yang tak sanggup dipikul oleh kedua pundak hambaNYA...
apapun yang terjadi semisalnya,
janganlah lupa tuk mengambil hikmahnya.
bergegaslah... ayo berangkat dan jangan sedetikpun lagi!
sekarang, apa lagi yang musti kita tunggu?
mereka sedang menanti uluran tangan kita...
doa serta dukungan kita adalah obat moril yang tak ternilai
untuk menyembuhkan luka pilu mereka,
sebab desis rintihan tangis mereka adalah milik kita bersama.
sembuhkan luka mereka,
hentikan darah mereka,
keringkan air mata mereka,
agar kita bersama bisa tersenyum bahagia kembali
dimalam pergantian tahun berikutnya.
30 Desember 2004
posko kemanusiaan
PEDULI KORBAN GEMPA DAN TSUNAMI
di ACEH & SUMUT
(Koordinator Daerah GMNI Sumut dan KISS FM Grup)
Jl. Kejaksaan N0. 6 Medan
Jl. Sei Batang Serangan No 39 (Radio STAR FM)
Kontak :
GABE (0818-886885)
Hengky (0815-33723889)
Bantuan dan Sumbangan akan disalurkan. Recovery sangat di butuhkan.
kebutuhan yang sangat mendesak Fokus Utama:
1. Pembuatan Sumur BoR
2. Genset
3. Kantung mayat
4. Tim Relawan Yang sudah Terlatih, Sehat Fisik & Mental
5. Tim Medis
6. Truk
7. Obat-obatan
8. Tenda
9. Bahan makanan yang dapat langsung dimakan tanpa dimasak
10. Air mineral
11. BBM
Bantuan yang sudah masuk Ke Posko Nasional di Polonia Medan Sudah mencapai 95.000 ton barang dan makanan dan masih banyak di Posko-posko bayangan. Belum sepenuhnya terangkut ke lokasi-lokasi bencana. akibat rusaknya sarana transportasi
Evakuasi pengungsi hampir 2 juta orang. Akan di butuhkan recovery psikologis bagi para korban yang stress dan sakit-sakitan Bahkan sampai depresi berat. Serta Recovery sarana dan prasarana.
Bagi Teman-teman yang ingin memberikan bantuan silahkan langsung ke Posko-posko terdekat.
PEDULI KORBAN GEMPA DAN TSUNAMI
di ACEH & SUMUT
(Koordinator Daerah GMNI Sumut dan KISS FM Grup)
Jl. Kejaksaan N0. 6 Medan
Jl. Sei Batang Serangan No 39 (Radio STAR FM)
Kontak :
GABE (0818-886885)
Hengky (0815-33723889)
Bantuan dan Sumbangan akan disalurkan. Recovery sangat di butuhkan.
kebutuhan yang sangat mendesak Fokus Utama:
1. Pembuatan Sumur BoR
2. Genset
3. Kantung mayat
4. Tim Relawan Yang sudah Terlatih, Sehat Fisik & Mental
5. Tim Medis
6. Truk
7. Obat-obatan
8. Tenda
9. Bahan makanan yang dapat langsung dimakan tanpa dimasak
10. Air mineral
11. BBM
Bantuan yang sudah masuk Ke Posko Nasional di Polonia Medan Sudah mencapai 95.000 ton barang dan makanan dan masih banyak di Posko-posko bayangan. Belum sepenuhnya terangkut ke lokasi-lokasi bencana. akibat rusaknya sarana transportasi
Evakuasi pengungsi hampir 2 juta orang. Akan di butuhkan recovery psikologis bagi para korban yang stress dan sakit-sakitan Bahkan sampai depresi berat. Serta Recovery sarana dan prasarana.
Bagi Teman-teman yang ingin memberikan bantuan silahkan langsung ke Posko-posko terdekat.
data terbaru korban gempa dan tsunami di aceh dan SumutJenis Bencana
Gempa Bumi dan Tsunami
Waktu Kejadian
Minggu, 25 Desember 2004 Pukul 07.58 WIB berkekuatan 8,9 Skala Richter
Tempat kejadian bencana
NAD : Kab. Aceh Barat, Kab. Aceh Utara, Kab. Aceh Selatan, Kab. Aceh Besar, Kab. Bireun, Kab. Singkil.
Sumatera Utara : Kab. Tapanuli Tengah, Kab. Tapanuli Utara, Kab. Toba Samosir, Kab. Tapanuli Selatan, Kab. Nias, Kab. Deli Serdang, Kota Medan.
AKIBAT/KERUGIAN :
Meninggal dunia
45.276
orang
Krueng Mane :
117
orang
Bireuen :
191
orang
Aceh Timur :
41
orang
Aceh Utara :
1.540
orang
Banda Aceh :
9.032
orang
Lhoksemawe :
157
orang
Pidie :
1.359
orang
Sabang :
20
orang
Aceh Jaya :
15.000
orang
Calung :
5.000
orang
Mauleboh :
3.400
orang
Aceh Besar :
9.000
orang
Simeule :
4
orang
Ds. Nagan :
168
orang
Nias :
227
orang
Tapanuli Tengah :
1
orang
Pantai Cermin :
8
orang
Deli Serdang :
8
orang
RSU Adam Malik :
3
orang
Hilang 1.542 orang
Dirawat 2.026 orang
Rumah RB 3.000 unit (di Bireun)
Mengungsi : 50.000
orang
Gempa Bumi dan Tsunami
Waktu Kejadian
Minggu, 25 Desember 2004 Pukul 07.58 WIB berkekuatan 8,9 Skala Richter
Tempat kejadian bencana
NAD : Kab. Aceh Barat, Kab. Aceh Utara, Kab. Aceh Selatan, Kab. Aceh Besar, Kab. Bireun, Kab. Singkil.
Sumatera Utara : Kab. Tapanuli Tengah, Kab. Tapanuli Utara, Kab. Toba Samosir, Kab. Tapanuli Selatan, Kab. Nias, Kab. Deli Serdang, Kota Medan.
AKIBAT/KERUGIAN :
Meninggal dunia
45.276
orang
Krueng Mane :
117
orang
Bireuen :
191
orang
Aceh Timur :
41
orang
Aceh Utara :
1.540
orang
Banda Aceh :
9.032
orang
Lhoksemawe :
157
orang
Pidie :
1.359
orang
Sabang :
20
orang
Aceh Jaya :
15.000
orang
Calung :
5.000
orang
Mauleboh :
3.400
orang
Aceh Besar :
9.000
orang
Simeule :
4
orang
Ds. Nagan :
168
orang
Nias :
227
orang
Tapanuli Tengah :
1
orang
Pantai Cermin :
8
orang
Deli Serdang :
8
orang
RSU Adam Malik :
3
orang
Hilang 1.542 orang
Dirawat 2.026 orang
Rumah RB 3.000 unit (di Bireun)
Mengungsi : 50.000
orang
29 Desember 2004
Langganan:
Postingan (Atom)