apa-apa yang kau cari kau lihat saja nanti
kubakar... kumusnahkan... kuludahi...
31 Oktober 2002
kenyataannya ..
setiap kalimat yang terkumandangkan tidak lah berarti banyak dalam mencabut akar - akar masa lampau
semangkuk darah dan sumsum yang tersaji di pinggan pinggan tidak jua bisa memuaskan keinginanku untuk menjeritkan tangis di kubur kubur bernama kenangan
seribu musim semi
seribu musim gugur
masih saja terpetakan nyata di imajiku ..
entah, sepertinya tiang tiang waktu yang mulai bungkuk karena tua tidaklah mampu memudarkan angan yang masih saja tersenyum melihat bintang bintang yang hampir pecah
ini siksaan,
ya ..
apalagi keberadaanmu di dunia ini serasa membuatku melihat neraca penimbang kedewasaan dan emosi diri
tapi toh apapun itu, aku tetap saja harus tenang .. bukankah begitu?
bahkan terhadap hantu hantu malampun aku sudah harus berhenti membisikkan banyak rahasia ..
lalu pada saat bulan mulai memilih mengatupkan matanya
aku pun harus bergegas mengatupkan kerongkonganku
supaya jangan ada tangis
ya, jangan ada lagi dua tiga isak yang hanya membuatku ditertawai pekat
setiap kalimat yang terkumandangkan tidak lah berarti banyak dalam mencabut akar - akar masa lampau
semangkuk darah dan sumsum yang tersaji di pinggan pinggan tidak jua bisa memuaskan keinginanku untuk menjeritkan tangis di kubur kubur bernama kenangan
seribu musim semi
seribu musim gugur
masih saja terpetakan nyata di imajiku ..
entah, sepertinya tiang tiang waktu yang mulai bungkuk karena tua tidaklah mampu memudarkan angan yang masih saja tersenyum melihat bintang bintang yang hampir pecah
ini siksaan,
ya ..
apalagi keberadaanmu di dunia ini serasa membuatku melihat neraca penimbang kedewasaan dan emosi diri
tapi toh apapun itu, aku tetap saja harus tenang .. bukankah begitu?
bahkan terhadap hantu hantu malampun aku sudah harus berhenti membisikkan banyak rahasia ..
lalu pada saat bulan mulai memilih mengatupkan matanya
aku pun harus bergegas mengatupkan kerongkonganku
supaya jangan ada tangis
ya, jangan ada lagi dua tiga isak yang hanya membuatku ditertawai pekat
aku cinta ..
pada kata yang masih saja setia meringkih dibelit tanya hidup
pada tangis yang masih saja terlinang menyambut malam penuh resah
pada bintang yang tetap saja bersanding mengapit langit dan purnama dikala gelap
dan pada kamu,
yang masih saja berdiri di sudut bisu dengan membawa sejuta gelisah
bahagialah .. bahagialah disana sayang, dan dengan bangga aku akan berkata "pernah kukecup bibir sang pemenang"
pada kata yang masih saja setia meringkih dibelit tanya hidup
pada tangis yang masih saja terlinang menyambut malam penuh resah
pada bintang yang tetap saja bersanding mengapit langit dan purnama dikala gelap
dan pada kamu,
yang masih saja berdiri di sudut bisu dengan membawa sejuta gelisah
bahagialah .. bahagialah disana sayang, dan dengan bangga aku akan berkata "pernah kukecup bibir sang pemenang"
29 Oktober 2002
Slave New World (Sepultura)
Face - the enemy
stare - inside You
control - your thoughts
destroy - destroy 'em all
Your censor what we breathe
prejudice wiht no belief
senseless violence all around
who is it, that keeps us down
Once all free tribes
Chained down led lives
Blood boils inside me
We're not slaves, we're free
Face - the enemy
stare - inside You
control - your thoughts
destroy - destroy 'em all
Face - the enemy
stare - inside You
control - your thoughts
destroy - destroy 'em all
Your censor what we breathe
prejudice wiht no belief
senseless violence all around
who is it, that keeps us down
Once all free tribes
Chained down led lives
Blood boils inside me
We're not slaves, we're free
Face - the enemy
stare - inside You
control - your thoughts
destroy - destroy 'em all
28 Oktober 2002
27 Oktober 2002
ini hanya sebuah mimpi,
yang mulai meranggas di makan ngengat-ngengat lanjut usia
bayangmu memudar ..
bahkan harum tubuhmu tak lagi begitu menyiksa
satu tanya, mungkinkah sirna?
ada banyak tanya tercekat di kerongkongan malam
dan guliran tangis yang mendung tersaput dingin
ada kamu,
ada dia ..
dan bakal anakmu ..
ah,
pahit !
adakah kamu mengerti sayang?
aku hampir gila oleh cemburu
yang mulai meranggas di makan ngengat-ngengat lanjut usia
bayangmu memudar ..
bahkan harum tubuhmu tak lagi begitu menyiksa
satu tanya, mungkinkah sirna?
ada banyak tanya tercekat di kerongkongan malam
dan guliran tangis yang mendung tersaput dingin
ada kamu,
ada dia ..
dan bakal anakmu ..
ah,
pahit !
adakah kamu mengerti sayang?
aku hampir gila oleh cemburu
aku rindu,
siang ini ..
kepulan a mild diselingi uap panas kopi hitammu
aku rindu,
siang ini ..
mata sayu dan ikal rambut yang terjuntai di dahi
aku rindu,
siang ini ..
kecup mesra, peluk hangat, desah birahi yang bercampur bersama keringat kita
aku rindu,
siang ini ..
harum tubuhmu, tawa manjamu, bisik yang mewarnai gendang telingaku
aku rindu,
siang ini ..
hanya kamu, dan selalu kamu
-untuk kamu: kekarlah terhantam badai, aku masih setia disini menunggumu-
siang ini ..
kepulan a mild diselingi uap panas kopi hitammu
aku rindu,
siang ini ..
mata sayu dan ikal rambut yang terjuntai di dahi
aku rindu,
siang ini ..
kecup mesra, peluk hangat, desah birahi yang bercampur bersama keringat kita
aku rindu,
siang ini ..
harum tubuhmu, tawa manjamu, bisik yang mewarnai gendang telingaku
aku rindu,
siang ini ..
hanya kamu, dan selalu kamu
-untuk kamu: kekarlah terhantam badai, aku masih setia disini menunggumu-
25 Oktober 2002
I love you,
not because you love me but because you made me love you.
I love you,
not because you understand me but because you made me understand you.
I love you,
not because you care but because you made me care for you.
I love you,
Not because I need you, but because you made me need you
and now I know then, that I exist.
love you still :(
not because you love me but because you made me love you.
I love you,
not because you understand me but because you made me understand you.
I love you,
not because you care but because you made me care for you.
I love you,
Not because I need you, but because you made me need you
and now I know then, that I exist.
love you still :(
Langganan:
Postingan (Atom)