06 April 2005

PERHATIAN!!!


Mulai saat ini seluruh tulisan EdSeN yang baru telah dipindahkan kedalam satu ruang blog khusus yang bernama http://www.EdSeN.blogspot.com, dimana ruang khusus tersebut adalah ruang utama atau pusat. Jadi, mulai sekarang keseluruhan dari 7(tujuh) blog EdSeN sebelumnya telah tidak diposting tulisan baru lagi. Terima kasih atas perhatiannya... Salam. ^_^



EdSeN

29 Maret 2005

dunia tanpa rasa adalah..

dunia tanpa rasa adalah hal yang mengerikan. mimpi buruk yang tak pernah berakhir. sejarah tak pernah akan tertulis, dan kita tak akan pernah membacanya.

tapi rasa? kenapa harus juga rasa yang sama yang senantiasa datang, hadir dan beranak-pinak di sini? kenapa harus rasa yang ini yang mengalahkan rasa-rasa lain di dunia? bukankah ada kesedihan, ada kebahagiaan, ada kekecewaan, ada kenestapaan, ada kekalahan, ada kesepian sebagai warna-warna lain dari rasa?

kenapa harus kerinduan? kenapa harus rindu yang bertubi-tubi menyerbu jantung, membangun kekalutan yang panjang, membunuh satu demi satu pengharapan. kenapa harus rindu yang meruang dalam batin? kenapa?

diam-diam, tuhan tersenyum. lantas dengan kun fa ya kun, dikirimkannya rindu berkarung-karung ke dalam dada kita. ke dalam hati kita. melahirkan anak-anak kecemasan yang senantiasa gelisah dan berlari-lari, mencari-cari sesuatu dalam sebuah pertemuan.

04 Maret 2005

dimana pena yang bertuliskan syair mentari?
sebab kehidupan telah lama menunggu selendang cahaya
yang datang melambaikan sinar-sinar hari,
secerah awan-awan yang melintasi birunya langit,

seperti kuasa angin berkhalik,
menghembuskan malam untuk menyongsong fajar
setelah waktu berpaling ke seberang samudera,
aku masih saja menghantar nafas penantian
kepada mimpi-mimpi yang tidak pernah berkunjung
diantara sela-sela lelap...

02 Maret 2005

Hari itu aku menangis dipelukannya.
Sisa laraku masih mengental.
Sisa amarahku pun masih menggumpal.
Dadaku sesak tak berirama.
Dan dia hanya terus mengelus rambutku.

Teringat pada sebuah smsnya suatu hari
Saat dukaku terasa mengiris iris.
“ Duka adalah permata jika benar menggosoknya,
namun duka bisa jadi batu yang menyumbat segala bahagia
jika ia bersemayam dihati sebagai dendam “

sms at 23:08 on 26-05-03

Banyak hari terlewati dengan tawanya.semangat hidupnya.keuletannya. tebaran kasih sayangnya.
Hingga lukaku berubah menjadi tawa.

Rentang waktu terus berganti.
Sekarang aku tlah memiliki jagoan jagoan kecil pembawa kebahagiaan
Lama tak mendengar kabar tentang dia.
Berulang kali aku mencoba menghubunginya,
Sekedar berbagi cerita tentang jagoan jagoanku..
No answer at all.

Hingga sebuah berita aku terima.
Dia meninggal.Kecelakaan.tgl 25 desember kemaren.
Inna lillahi wa inna ilaihi rojiun.Hanya itu yang terucap.
Aku tercengang.Dadaku kembali sesak.
Mungkin ini mimpi.berulang kali aku meyakini hatiku.
Hingga saat kebenaran aku dengar.aku masih tak mampu berkata kata.

Airmataku tak lagi terbendung.
Kembali teringat pesannya kala itu.
“nah gitu dong senyum..tau gak rie,senyum juga bisa menambah 1 umur kita lho,bayangin aja….jadi tersenyumlah dan dunia akan tersenyum padamu”

Aku yakin.didunia sana.disisi yang Maha kuasa dia pasti bahagia.
Dan aku yakin saat saat terakhirnya pun pasti dia tersenyum.

He’s the one that I can count on when I felt down.
The best brother I ever have.
Selamat jalan mas Ti…..



# seorang Tinon dalam kenangan.

Jogja 28 Februari 05

28 Februari 2005

DAUN PINTU

Aku pada sebuah pintu. Menapaki sebuah pasti tentang adanya dirimu disisi yang tak pernah kuyakini. Dan aku takut menyentuh kerapuhan bernama cinta itu, yang menyamar menjadi seorang aku. Menjejak tanah remah yang tak kuat menahan beban-beban tak bertuan. Menciptakan retakan-retakan yang semakin tak menolong, membuatku kebut dengan sulaman-sulaman rapuh yang sementara akan menutup-nutupi segala, tentang semua. Lalu ku ketukkan padanya: siapa itu di dalam?

Sebuah percakapan terdengar di kejauhan, memberikan sayup pada setiap kalimat bernada benci, benci pada cintamu, benci pada cintaku. Menghilang ditelan haus-haus udara hampa yang tidak sudi melepaskan diriku menjadi sesuatu yang hidup dan akan menua, lalu mati menjadi debu dikemudian hari. Mengikat-ngikatku pada rasa cemburu yang tak mau ku abaikan pada yang tak tampak, ketika kau ingin memiliki aku hanya untuk disimpan di balik pintumu.

Dan aku menjadi butiran kata yang terserak dari sebuah benang yang telah putus menjadi satu garis panjang tak berkesudahan. Yang tidak lagi sebuah lingkaran, yang tidak lagi berputar, yang tidak lagi terpusat hanya pada apa yang kuwujudkan sebagai dirimu, ketika kau kehilangan daun pintumu.

Lalu semua terpilin, membentuk evolusi pada sebuah karakter baru yang tak lagi sama seperti kemarin. Lalu hari ini datang, menamparku dengan segepok ilusi yang tak lagi menyakiti: kau.

Lalu semua dilipat rapi dan dikepitkan pada lengan-lengan hangatmu, tempat dimana surat-suratku mengambang huruf pada udara terbuka yang kau hirup hingga meresap ke dalam-dalam nyawa penyusun segalamu.

Lalu aku inginkan diriku melebur padamu. Hancur ketika menyentuh permukaan kulitmu. Masuk sebagai raga tanpa massa-massa pemberat yang akan membuat tubuhmu menolak adaku. Dan aku sisipkan serpihan berupa aku: gelembung udara pada nafas-nafasmu di bibirku. Mohon teriakkan saja serapahmu itu, dan katakan tidak pada ruang kosong, tentang betapa kau membenciku karena mencintaimu.

Ya, sungguh membenciku.

Sehingga akan kau dapatkan aku dengan nafas yang tidak lagi memberatkan langkah-langkah terakhirku menuju dirimu, lalu menjauh dan kutemui kau pada sebuah senja, memberikan ganjalan pada daun pintu agar tidak tertutup melenyapkanmu. Namun kau pergi juga ke balik pintumu, membuatku hanya berdiri saja di sisi yang satunya, tak mengerti.

Lalu kita akan menghilang, ketika kamu pergi, ketika aku berbalik badan tak lagi menoleh ke belakang. Lalu kita akan menghilang, ketika gelitik-gelitik malah terasa sakit diseluruh tubuhku, pun ketika pikirmu kau tidak membohongi siapapun termasuk dirimu. Lalu kita akan menghilang, ketika kita saling memandang lama sampai pupil mata mengecil redup dan tak ada lagi yang diwakilinya selain pintu yang tertutup, yang dimengerti tiap-tiap dari kita. Lalu kita menguncinya dari dalam dengan patahan sisa jerit-jerit memilukan hati, ketika kita saling menyiksa diri sendiri.

Selesaikan cepat. Besok takut tidak sempat.
Teriakkan saja, teriakkan saja.

24 Februari 2005

kekasihku, sungguh aku muak denganmu

seandainya dapat ku bakar bayangan akan dirimu. sepertinya kalaupun nanti kita akan bertemu disuatu waktu yang berbeda akan ku bunuh kau dipanasnya hatiku yang tak pernah mereda. kini tau kau, kekasihku, sungguh aku muak denganmu. jujur jika aku jujur padamu, benar ku katakan cinta kepadamu, tapi ... kau telah menampiknya lalu kau buang entah kemana.

kekasihku, sungguh aku muak kepadamu

mengutip sabaksajak

23 Februari 2005

sabaksajak

Paragraf Ingatan yang Patah-patah

:setelah menonton film "The Butterfly Effect"

Seperti sebuah film yang patah-patah, demikianlah aku mengenang senjakala singgah di tubuhmu yang ranum. Sebuah jurnal yang kau sodorkan, membayangkan liur anjing yang pernah menempel di keningmu. Dalam ingat, sungguh dalam ingat.

Kekasihku, sungguh aku mual.

Seandainya semua kenangan kekal dalam ingat, aku ingin lupa mendepaknya. Meski aku tetap tak ingin lupa mengingat kita pernah berjumpa pada abad yang tak tercatat. Dan di luar semua hal, seperti perjuangan ingatan melawan lupa*, demikianlah aku mencoba mencintaimu. Hingga entah, kekasihku. Hingga entah.

jogja, februari 2005
*mengutip Kundera

20 Februari 2005

Surya,
tidak terasa usia perkenalan kita
telah memasuki umur tiga tahun,
namun tatapan sepasang bola
matamu masih saja indah
dan tajam hingga terasa menusuk
segala kesan yang ada
didalam relung hati ini...

Surya,
ada sejuta keindahan yang
mempesona dibalik dirimu,
suaramu yang merdu,
terdengar hangat sepanjang malam
didalam percakapan kita,
sekata demi sekata terasa tenang dan damai
keluar dari ucapan bibirmu.

Surya,
masih adakah manusia yang seindah dirimu?
hingga tak terlukis didalam setiap kanvas kehidupan,
sangat berharga dan mahal.

Surya,
dimana harus kuletakan sepasang tanganku?
untuk menepuk kedua pundakmu,
sebagai tanda terima kasih sahabat untukmu,
yang selalu saja membawa cahaya keceriaan
didalam detak-detak perjalanan jarum jam.

Surya,
kelembutan dari sebuah pengertian,
kau selalu saja menghidangkannya
disela-sela batinku
hingga mengisi seluruh pojok-pojok
seisi kediaman rumah jiwaku.

Surya,
kenyataan jikalau kita terpisah oleh jarak dan waktu,
namun lautan dan pegunungan
takkan pernah mampu memisahkan
temali kekeluargaan kita...

Surya,
Surya,
Surya,
akan terus kupanggil nama ini...
selalu...

18 Februari 2005

aku pandangi wajah

seraut wajah !!

manis .. putih .. bersih ..

mata yang hidup

wajah yang selalu cantik tertawa

ada ketakjukanku padamu
begitu jujur kau bicara padaku

kau berbeda
kau tidak sempurna

bicara atas nama hati
menuntut aku untuk mengerti

kau bener mencintai wanita
sedang kau adalah wanita

biarlah kebebasan yang bicara
atas nama diri yang lepas dari penjara dan dogma

kau berhak mencintai
kaupun berhak membenci

cinta itu adalah ketulusan
kebebasan atas nama jiwa

dedicated to : mama at yahoo messenger

17 Februari 2005

Bahwa aku mencinta
Bahwa aku terluka
Bahwa aku terdampar…
Bahwa aku terhempas pada ilalang tajam menusuk

Bahwa aku bermimpi…
Berlari.Teriak.Menangis.Tertawa.
Bilik hatiku tak lagi bertempat tinggal
Kosong.sunyi.
Hanya tinggal aku dan malaikat kecil mimpiku.


Jogja 9 feb 05
ON/OFF Evolution!: Membuka Lowongan Naskah (Dateline 6 Maret 2005)

Zlink!

“Kami berubah ketika kami jatuh cinta!”

Semua orang mengalami jatuh cinta untuk pertama kalinya dan ini bukan karena hari Valentine. Jauh sebelum St. Valentine datang, cinta sudah menancapkan giginya pada setiap orang, menunggunya merapuh dan jatuh. Mungkin kisah-kisah cinta pertama ini sudah berlangsung ratusan tahun sebelum tantangan ini dibuat atau baru saja kemarin sore ketika turun dari bis kota dan serta merta melihat pandangan yang mengguncang untuk pertama kalinya. Maka dari itu, kami menantang anda untuk mengingatnya, menuliskannya, bahkan memfiksikannya (jika anda berbakat sebagai seseorang yang mengidap erotomaniac) lalu mengirimkannya pada kami!

Kami membuka lowongan untuk 3 macam naskah dengan spesifikasi di bawah ini:

- Memoar Cinta Pertama
Terbuka untuk umum
Minimal 3000 kata
- Catatan Harian akan Cinta Pertama
Terbuka untuk pelajar Sekolah Menengah Atas (SMA)
Minimal 4000 kata
- Fiksi dengan tema Cinta Pertama
Terbuka untuk umum
Minimal 3000 kata

Dateline semua naskah pada tanggal 6 MARET 2005.

Kirimkan naskah via email, dalam bentuk .rtf ke: on_off_ya@yahoo.com

Kami mengharapkan naskah-naskah yang eksperimentatif dan eksploratif. Naskah yang dimuat tentu saja akan mendapatkan honorarium yang sepantasnya dan juga 2 copy ON/OFF Books edisi ini. Kontributor yang dimuat akan dikontak langsung oleh redaksi selambat-lambatnya bulan April 2005. Edisi ini akan diterbitkan pada bulan April 2005 dan akan beredar di toko-toko buku terdekat anda.

Maka kirimkanlah naskah-naskah anda, kenangan-kenangan termanis dan tertragis anda, karena kami akan menyambutnya dengan ceria:)

Editor