data terbaru korban gempa dan tsunami di aceh dan SumutJenis Bencana
Gempa Bumi dan Tsunami
Waktu Kejadian
Minggu, 25 Desember 2004 Pukul 07.58 WIB berkekuatan 8,9 Skala Richter
Tempat kejadian bencana
NAD : Kab. Aceh Barat, Kab. Aceh Utara, Kab. Aceh Selatan, Kab. Aceh Besar, Kab. Bireun, Kab. Singkil.
Sumatera Utara : Kab. Tapanuli Tengah, Kab. Tapanuli Utara, Kab. Toba Samosir, Kab. Tapanuli Selatan, Kab. Nias, Kab. Deli Serdang, Kota Medan.
AKIBAT/KERUGIAN :
Meninggal dunia
45.276
orang
Krueng Mane :
117
orang
Bireuen :
191
orang
Aceh Timur :
41
orang
Aceh Utara :
1.540
orang
Banda Aceh :
9.032
orang
Lhoksemawe :
157
orang
Pidie :
1.359
orang
Sabang :
20
orang
Aceh Jaya :
15.000
orang
Calung :
5.000
orang
Mauleboh :
3.400
orang
Aceh Besar :
9.000
orang
Simeule :
4
orang
Ds. Nagan :
168
orang
Nias :
227
orang
Tapanuli Tengah :
1
orang
Pantai Cermin :
8
orang
Deli Serdang :
8
orang
RSU Adam Malik :
3
orang
Hilang 1.542 orang
Dirawat 2.026 orang
Rumah RB 3.000 unit (di Bireun)
Mengungsi : 50.000
orang
30 Desember 2004
29 Desember 2004
28 Desember 2004
:untuk kawan-kawan di yogyakarta khususnya
PENGGALANGAN BANTUAN KEMANUSIAAN UNTUK ACEH
Bantuan dapat disalurkan ke:
Posko Bencana Alam Aceh
BOULEVARD UGM
Yogyakarta
Semua bentuk sumbangan dan dana yang terkumpul saat ini dan sampai waktu yang tidak dapat ditentukan sesegera mungkin akan dikirimkan ke Aceh. Barang berupa: makanan (jika bisa kering dan siap makan seperti biskuit atau indomie), air minum, baju layak pakai, obat-obatan, kain kafan, sarung tangan, kantong mayat, AMAT DIBUTUHKAN!
KOMITE KEMANUSIAAN UNTUK ACEH
Kontak: 081328200798 (Fauzan)
No. Rekening: 1 - 027 - 411001, BII Cabang Sudirman - Yogyakarta, a/n: T. Fauzansyah
PENGGALANGAN BANTUAN KEMANUSIAAN UNTUK ACEH
Bantuan dapat disalurkan ke:
Posko Bencana Alam Aceh
BOULEVARD UGM
Yogyakarta
Semua bentuk sumbangan dan dana yang terkumpul saat ini dan sampai waktu yang tidak dapat ditentukan sesegera mungkin akan dikirimkan ke Aceh. Barang berupa: makanan (jika bisa kering dan siap makan seperti biskuit atau indomie), air minum, baju layak pakai, obat-obatan, kain kafan, sarung tangan, kantong mayat, AMAT DIBUTUHKAN!
KOMITE KEMANUSIAAN UNTUK ACEH
Kontak: 081328200798 (Fauzan)
No. Rekening: 1 - 027 - 411001, BII Cabang Sudirman - Yogyakarta, a/n: T. Fauzansyah
27 Desember 2004
21 Desember 2004
20 Desember 2004
sepi 01
Sepi menyapa lagi. Sepi sedar lagi. Bila kan sepi itu rebah, supaya dapat saja mesra terus menerus menyelubungi kita? Supaya cinta itu dapat saja terus menerus menari dalam girang hari? Hati mau saja meletup, hampir bosan dgn getar kecewa. hmm.. Lalikah aku kini? Mungkin hati semakin hampir dalam jayanya - bisiknya, kau kurang dalam sayangmu terhadap aku.
Perjuangan sabarku kian lemah. Titik-titik air panas masih senang jatuh tapinya.
Jangan sehingga tawar cintaku. jangan sampai air menitik saja dari mata saat otakku menghentam cerita tentang betapa satunya kita. Jangan.. kerana sayangku terlampau hebat.
Rugi andai kau sia-siakan.
Sepi menyapa lagi. Sepi sedar lagi. Bila kan sepi itu rebah, supaya dapat saja mesra terus menerus menyelubungi kita? Supaya cinta itu dapat saja terus menerus menari dalam girang hari? Hati mau saja meletup, hampir bosan dgn getar kecewa. hmm.. Lalikah aku kini? Mungkin hati semakin hampir dalam jayanya - bisiknya, kau kurang dalam sayangmu terhadap aku.
Perjuangan sabarku kian lemah. Titik-titik air panas masih senang jatuh tapinya.
Jangan sehingga tawar cintaku. jangan sampai air menitik saja dari mata saat otakku menghentam cerita tentang betapa satunya kita. Jangan.. kerana sayangku terlampau hebat.
Rugi andai kau sia-siakan.
17 Desember 2004
Malam itu, pemberontakan terjadi dibalik kesendirian dalam kamar. Halilintar terus memaki dan menampar lewat kilatan petirnya, diwajah balkon. Ada air yang membanjir diseluruh gang, ada juga air yang menggenang di seisi rumah hingga ke setiap dinding berserta sudutnya. Air itu adalah air mata yang tak tertahankan, hingga jatuh tertumpah dari mangkuk liat yang telah penuh tertiris, olehnya, olehmu, oleh mereka, oleh dunia dan oleh semesta.
Namun mengapa juga hujan masih enggan untuk reda? Sedangkan air yang dikencingnya telah membendung, hampir seluruh isi kota. Dan dia, sedang menari panas didalam dunia gemerlapnya. Aku juga tahu, kalau disana ada tubuh lain yang berada didalam dekapan tubuhnya, dan dia memeluknya dengan erat sembari berdansa, tak pernah menghiraukan apa pun yang terjadi. Lantas... Apakah tubuh ini telah dianggap kotoran sampah yang telah berbau busuk olehnya?
Terlalu keji, bila didalam terik bulu dadamu selalu saja berusaha mencari kepuasan perutmu semata. Siapa yang menjadi engkau jadikan kurban hanya karena ingin memenuhi kepuasan birahi bejatmu? Jikalau bukan akulah satu-satunya pelampiasan keinginan biadabmu. Ingin sekali aku mencari kembara hidupku. Agar malam pun tak pernah lagi menghujankan air matanya, dikarena gunturmu. Yang telah menghanguskan setiap jamak yang tertera di prasasti hatiku.
mereka mencarinya dipegunungan tibet
akan tetapi apa yang mereka temukan?
hanya kekosongan dibalik penderitaan kesunyian,
dan sangrilla tak pernah ada.
kemudian mereka pun menerawang langit sepanjang malam,
yang ada hanyalah bulan yang tinggal separuh
dan sisanya termakan oleh awan merah dibalik kegelapan,
bintang-gemintang pun terhapus
semua terusir malam mendung.
terus lihat...
mereka pun coba membuat mesin waktu dengan tembikar,
mimpi apa lagi mereka semua?
karena sangrilla tak pernah ada sama sekali!
15 Desember 2004
Suatu saat sayapku melepuh terbakar panas
dan hanya terbang iring angin kemana saja membawa
saat sore memuram rantinglah sandaran
bintanglah hiasan anginlah laguan
hari-hari bergegas tanpa toleh berlambat
kewajiban semesta dalam langkahnya sendiri
kulirik dadaku yang semakin berlubang semakin dalam
dan menghita mmalam adalah diriku lelah menjadi pagi
kubiarkan bumi menarik tubuh tanpa kembangan sayap
menyusuri kerendahan dekati abu tanah
saat itulah engkau datang tangan rikih
menangkap tubuh air mata
menolak runtuh
"bukan seperti ini bertolak sauh"
Kau membawaku ke kaki pelangi
mengintip air dan matahari bersetubuh
sejak itu
kau dan aku tidak ada
kita setubuh.
dan hanya terbang iring angin kemana saja membawa
saat sore memuram rantinglah sandaran
bintanglah hiasan anginlah laguan
hari-hari bergegas tanpa toleh berlambat
kewajiban semesta dalam langkahnya sendiri
kulirik dadaku yang semakin berlubang semakin dalam
dan menghita mmalam adalah diriku lelah menjadi pagi
kubiarkan bumi menarik tubuh tanpa kembangan sayap
menyusuri kerendahan dekati abu tanah
saat itulah engkau datang tangan rikih
menangkap tubuh air mata
menolak runtuh
"bukan seperti ini bertolak sauh"
Kau membawaku ke kaki pelangi
mengintip air dan matahari bersetubuh
sejak itu
kau dan aku tidak ada
kita setubuh.
Langganan:
Postingan (Atom)