17 Desember 2004

dimana sangrilla itu?
mereka mencarinya dipegunungan tibet
akan tetapi apa yang mereka temukan?
hanya kekosongan dibalik penderitaan kesunyian,
dan sangrilla tak pernah ada.

kemudian mereka pun menerawang langit sepanjang malam,
yang ada hanyalah bulan yang tinggal separuh
dan sisanya termakan oleh awan merah dibalik kegelapan,
bintang-gemintang pun terhapus
semua terusir malam mendung.

terus lihat...
mereka pun coba membuat mesin waktu dengan tembikar,
mimpi apa lagi mereka semua?
karena sangrilla tak pernah ada sama sekali!

15 Desember 2004

Suatu saat sayapku melepuh terbakar panas
dan hanya terbang iring angin kemana saja membawa
saat sore memuram rantinglah sandaran
bintanglah hiasan anginlah laguan
hari-hari bergegas tanpa toleh berlambat
kewajiban semesta dalam langkahnya sendiri
kulirik dadaku yang semakin berlubang semakin dalam
dan menghita mmalam adalah diriku lelah menjadi pagi
kubiarkan bumi menarik tubuh tanpa kembangan sayap
menyusuri kerendahan dekati abu tanah
saat itulah engkau datang tangan rikih
menangkap tubuh air mata
menolak runtuh
"bukan seperti ini bertolak sauh"

Kau membawaku ke kaki pelangi
mengintip air dan matahari bersetubuh
sejak itu
kau dan aku tidak ada
kita setubuh.

12 Desember 2004

dikegelapanku
ada lumut yang tergenang diatas air keruh,
capung-capung yang terbaring kehilangan sayap,
hari ke hari hanyalah malam buta...
kosong!

inikah arti kehidupan?
yang t'lah engkau bawakan didalam hidupku
hingga malam ini aku pun masih menunggu datangnya pagi
yang tak pernah kunjung tiba dari dulu...

ratusan rangkak,
ribuan derap langkah,
jutaan sungkur,
kini masih belum berakhir...
hadiahmu: "musibah berserta malapetaka
"hari ke hari kian merapuh raga
dan perlahan-lahan melemahkan sepasang tuas kaki..."
sampai kapan ini?"

kita sama-sama merasakan matahari,
kita juga sama-sama merasakan rembulan,

kita sama-sama menjadi badut yang menangis,
kita juga sama-sama menjadi pengemis yang tertawa,

susah dan senang kita s'lalu bersama.

akhir kata...

sampai mati pun kita akan t'rus bersama!

11 Desember 2004


08 Desember 2004

Pertempuran hari ini
Besok kembali berdarah-darah
Lusa terkapar
Kemarin apa yang terjadi???

01 Desember 2004

dadas balian ugang sayu

gelang-gelang gemerincing pada tangan-tangan mungil
memuja sangiang hatala langit
gerak magis mendayu gemulai bawi lewu
dengan senyum sejuta ibu
gandang garantung meng- gong gong memanggil jiwa
kaki-kaki hentak bumi membangunkan jata

bangun..... bangunlah semua
perampok harus berhenti segera
jika tidak guna mandau , sumpit, dan talawang di muka dada
kaki,tangan dan kepala
kenapa alpa ?

lalehan itah tarus batiruh
gita uwei petak kana duan uluh
utus ngijak ewen kanih kate
ela baya nanture
misik uras pahari
sahindai rabut utus ela buli !

24 November 2004

:KS, setelah re-start dan layar game over yang masih ter-cancel

dan aku telah salah mengambil jalan menuju jembatan serta pergi terlalu melayang menuju tempatmu. satu paviliun di siang yang sialan dan kehilangan semua arahku menujumu. it's so not over. kau salah menekan sekian tombol di playstation-mu dan layarmu hanya mengatakan: re-start pada panah mengarah ke utara nyaris barat daya, aku.

siang itu lahir di antara satu tampilan vcd di layar komputermu yang tidak kita habiskan setengah ceritanya. juga lemon pie yang tergeletak mengangga di meja. satu botol orangtua masih menyisakan beberapa tetesnya di tepi botol sekian milimeter dari bekas bibirmu yang juga membekas di gelas anggurku.

orang-orang amish muncul dalam kepalaku dan juga desa-desa setelah orgasme.

lima belas menit setelahnya pada semua potongan langit-langit yang membentuk tiga puluh bentuk puzzle tiga dimensi akanmu, i soooo fuckin cried my eyes out. melankoli keanjing-anjingan yang jatuh pada sofa coklat abu-abu.

pada tatto kartun serangga di punggung kananmu dengan segenap kuku-ku aku ingin merajah habis tubuhmu. namun kau masih melarangku, mengangkat handphone dan melempar cium jauh pada sekian perempuan yang tidak pernah kukenal. aku nyaris berharap kita berdua berhenti pada hitungan angka-angka, sebuah rekor durjana yang selalu kita buat di tengah-tengah lomba hubungan yang absurd.

kau masih membajak di tengah-tengah kasur. kadang-kadang kasar dan kadang-kadang lembut. serupa ladang dan serupa kapal kayu tergeletak aku di dasar-dasarnya. aku tidak pernah ingat kau pernah mewarisi darah-darah yang agraris atau bau-bau asin lautan. namun pada sekian permukaanmu, tertinggal semua warisan sejarah yang nyaris bukan apa-apa bagimu.

aku mencuri telapak tangan kirimu setelah jarum jam menunjukkan pukul tiga sore. seperti peta-peta yang hilang dari tanganku, semua garis rajah tanganmu bertemu dengan telapakku serupa mesin fotocopy yang sempurna. aku juga masih tidak ingat tetesan tinta hitam yang membentuk garis-garis di bawah mataku.seperti sungai yang terluka aku meninggalkanmu sesore itu dan layar masih berjalan, nyaris tidak pernah mendekati layar hitam dengan game over-nya yang memalu kita pada kehidupan.

seandainya semua pisuhan dapat keluar dari mulutku...

-in memoriam the thirteen man, 23novemberyanganjingditengahtengahyogyakarta2004-






PINDAHAN BABY!!

http://lukisan.f2g.net --> http://www.astridreza.blogspot.com

02 November 2004

Lagu buat Radith dan Rendra

by: Mama

Kukepakan sayap sayap putih cinta
untukmu buah hatiku
dalam hidupku

Rentangkan tangan tangan mungilmu
untuk kau genggam dunia
dimasa depanmu

Radith dan Rendra
buah hati mama
jadilah anak anak yang berbakti

Radith dan Rendra
penerang hatiku
senyummu adalah ketenanganku



Ps: untuk si Kembar "Anugrah terindah dalam hidupku"




lihat.....
dia kerasukan lagi
hanya karena satu daun kering yang berdiri di depannya.

01 November 2004

Dulu....
Tuhan berkata
dan jadilah kita
jadilah semesta

Kemudian ....
Setan berkata
aku ingin jadi Dia
jadilah neraka

kini....
kita berkata...
jadilah sebentuk surga
dan jadilah sebentuk neraka.