12 Desember 2004

kita sama-sama merasakan matahari,
kita juga sama-sama merasakan rembulan,

kita sama-sama menjadi badut yang menangis,
kita juga sama-sama menjadi pengemis yang tertawa,

susah dan senang kita s'lalu bersama.

akhir kata...

sampai mati pun kita akan t'rus bersama!

11 Desember 2004


08 Desember 2004

Pertempuran hari ini
Besok kembali berdarah-darah
Lusa terkapar
Kemarin apa yang terjadi???

01 Desember 2004

dadas balian ugang sayu

gelang-gelang gemerincing pada tangan-tangan mungil
memuja sangiang hatala langit
gerak magis mendayu gemulai bawi lewu
dengan senyum sejuta ibu
gandang garantung meng- gong gong memanggil jiwa
kaki-kaki hentak bumi membangunkan jata

bangun..... bangunlah semua
perampok harus berhenti segera
jika tidak guna mandau , sumpit, dan talawang di muka dada
kaki,tangan dan kepala
kenapa alpa ?

lalehan itah tarus batiruh
gita uwei petak kana duan uluh
utus ngijak ewen kanih kate
ela baya nanture
misik uras pahari
sahindai rabut utus ela buli !

24 November 2004

:KS, setelah re-start dan layar game over yang masih ter-cancel

dan aku telah salah mengambil jalan menuju jembatan serta pergi terlalu melayang menuju tempatmu. satu paviliun di siang yang sialan dan kehilangan semua arahku menujumu. it's so not over. kau salah menekan sekian tombol di playstation-mu dan layarmu hanya mengatakan: re-start pada panah mengarah ke utara nyaris barat daya, aku.

siang itu lahir di antara satu tampilan vcd di layar komputermu yang tidak kita habiskan setengah ceritanya. juga lemon pie yang tergeletak mengangga di meja. satu botol orangtua masih menyisakan beberapa tetesnya di tepi botol sekian milimeter dari bekas bibirmu yang juga membekas di gelas anggurku.

orang-orang amish muncul dalam kepalaku dan juga desa-desa setelah orgasme.

lima belas menit setelahnya pada semua potongan langit-langit yang membentuk tiga puluh bentuk puzzle tiga dimensi akanmu, i soooo fuckin cried my eyes out. melankoli keanjing-anjingan yang jatuh pada sofa coklat abu-abu.

pada tatto kartun serangga di punggung kananmu dengan segenap kuku-ku aku ingin merajah habis tubuhmu. namun kau masih melarangku, mengangkat handphone dan melempar cium jauh pada sekian perempuan yang tidak pernah kukenal. aku nyaris berharap kita berdua berhenti pada hitungan angka-angka, sebuah rekor durjana yang selalu kita buat di tengah-tengah lomba hubungan yang absurd.

kau masih membajak di tengah-tengah kasur. kadang-kadang kasar dan kadang-kadang lembut. serupa ladang dan serupa kapal kayu tergeletak aku di dasar-dasarnya. aku tidak pernah ingat kau pernah mewarisi darah-darah yang agraris atau bau-bau asin lautan. namun pada sekian permukaanmu, tertinggal semua warisan sejarah yang nyaris bukan apa-apa bagimu.

aku mencuri telapak tangan kirimu setelah jarum jam menunjukkan pukul tiga sore. seperti peta-peta yang hilang dari tanganku, semua garis rajah tanganmu bertemu dengan telapakku serupa mesin fotocopy yang sempurna. aku juga masih tidak ingat tetesan tinta hitam yang membentuk garis-garis di bawah mataku.seperti sungai yang terluka aku meninggalkanmu sesore itu dan layar masih berjalan, nyaris tidak pernah mendekati layar hitam dengan game over-nya yang memalu kita pada kehidupan.

seandainya semua pisuhan dapat keluar dari mulutku...

-in memoriam the thirteen man, 23novemberyanganjingditengahtengahyogyakarta2004-






PINDAHAN BABY!!

http://lukisan.f2g.net --> http://www.astridreza.blogspot.com

02 November 2004

Lagu buat Radith dan Rendra

by: Mama

Kukepakan sayap sayap putih cinta
untukmu buah hatiku
dalam hidupku

Rentangkan tangan tangan mungilmu
untuk kau genggam dunia
dimasa depanmu

Radith dan Rendra
buah hati mama
jadilah anak anak yang berbakti

Radith dan Rendra
penerang hatiku
senyummu adalah ketenanganku



Ps: untuk si Kembar "Anugrah terindah dalam hidupku"




lihat.....
dia kerasukan lagi
hanya karena satu daun kering yang berdiri di depannya.

01 November 2004

Dulu....
Tuhan berkata
dan jadilah kita
jadilah semesta

Kemudian ....
Setan berkata
aku ingin jadi Dia
jadilah neraka

kini....
kita berkata...
jadilah sebentuk surga
dan jadilah sebentuk neraka.

28 Oktober 2004

Hari-hari makin pajang memanjang
matahari enggan pulang
Kumbang gerah teduh di ilalang
Rumput goyang-goyang layang
Tanah malang debu kerontang
Hutan mati daun terlelang
Awan dan angin saling tendang
Orang lalu lalang
mata-mata jalang
pada hati dan bumi yang lama terbuang.

25 Oktober 2004

100 Langkah Menuju Kesempurnaan Iman

1. Bersyukur apabila mendapat nikmat;
2. Sabar apabila mendapat kesulitan;
3. Tawakal apabila mempunyai rencana/program;
4. Ikhlas dalam segala amal perbuatan;
5. Jangan membiarkan hati larut dalam kesedihan;
6. Jangan menyesal atas sesuatu kegagalan;
7. Jangan putus asa dalam menghadapi kesulitan;
8. Jangan usil dengan kekayaan orang;
9. Jangan hasud dan iri atas kesuksesan orang;
10. Jangan sombong kalau memperoleh kesuksesan;
11. Jangan tamak kepada harta;
12. Jangan terlalu ambisius akan sesuatu kedudukan;
13. Jangan hancur karena kezaliman;
14. Jangan goyah karena fitnah;
15. Jangan bekeinginan terlalu tinggi yang melebihi kemampuan diri;
16. Jangan campuri harta dengan harta yang haram;
17. Jangan sakiti ayah dan ibu;
18. Jangan usir orang yang meminta-minta;
19. Jangan sakiti anak yatim;
20. Jauhkan diri dari dosa-dosa yang besar;
21. Jangan membiasakan diri melakukan dosa-dosa kecil;
22. Banyak berkunjung ke rumah Allah (masjid);
23. Lakukan shalat dengan ikhlas dan khusyu;
24. Lakukan shalat fardhu di awal waktu, berjamaah dan di masjid;
25. Biasakan shalat malam;
26. Perbanyak dzikir dan do'a kepada Allah;
27. Lakukan puasa wajib dan puasa sunat;
28. Sayangi dan santuni fakir miskin;
29. Jangan ada rasa takut kecuali hanya kepada Allah;
30. Jangan marah berlebih-lebihan;
31. Cintailah seseorang dengan tidak berlebih-lebihan;
32. Bersatulah karena Allah dan berpisahlah karena Allah;
33. Berlatihlah konsentrasi pikiran;
34. Penuhi janji apabila telah diikrarkan dan mintalah maaf apabila karena sesuatu sebab tidak dapat dipenuhi.
35. Jangan mempunyai musuh, kecuali dengan iblis/syetan;
36. Jangan percaya ramalan manusia;
37. Jangan terlampau takut miskin;
38. Hormatilah setiap orang;
39. Jangan terlampau takut kepada manusia;
40. Jangan sombong, takabur dan besar kepala;
41. Bersihkan harta dari hak-hak orang lain;
42. Berlakulah adil dalam segala urusan;
43. Biasakan istighfar dan taubat kepada Allah;
44. Bersihkan rumah dari patung-patung berhala;
45. Hiasi rumah dengan bacaan Al-Quran;
46. Perbanyak silaturahmi;
47. Tutup aurat sesuai dengan petunjuk Islam;
48. Bicaralah secukupnya;
49. Beristri/bersuami kalau sudah siap segala-galanya;
50. Hargai waktu, disiplin waktu dan manfaatkan waktu;
51. Biasakan hidup bersih, tertib dan teratur;
52. Jauhkan diri dari penyakit-penyakit bathin;
53. Sediakan waktu untuk santai dengan keluarga;
54. Makanlah secukupnya tidak kekurangan dan tidak berlebihan;
55. Hormatilah kepada guru dan ulama;
56. Sering-sering bershalawat kepada nabi;
57. Cintai keluarga Nabi saw;
58. Jangan terlalu banyak hutang;
59. Jangan terlampau mudah berjanji;
60. Selalu ingat akan saat kematian dan sadar bahwa kehidupan dunia adalah kehidupan sementara.
61. Jauhkan diri dari perbuatan-perbuatan yang tidak bermanfaat seperti mengobrol yang tidak berguna,
62. Bergaullah dengan orang-orang shaleh;
63. Sering bangun di penghujung malam, berdoa dan beristighfar;
64. Lakukan ibadah haji dan umrah apabila sudah mampu;
65. Maafkan orang lain yang berbuat salah kepada kita;
66. Jangan dendam dan jangan ada keinginan membalas kejahatan dengan kejahatan lagi.
67. Jangan membenci seseorang karena paham dan pendirian;
68. Jangan benci kepada orang yang membenci kita;
69. Berlatih untuk berterus terang dalam menentukan sesuai pilihan;
70. Ringankan beban orang lain dan tolonglah mereka yang mendapatkan kesulitan.
71. Jangan melukai hati orang lain;
72. Jangan membiasakan berkata dusta;
73. Berlakulah adil, walaupun kita sendiri akan mendapatkan kerugian;
74. Jagalah amanah dengan penuh tanggung jawab.
75. Laksanakan segala tugas dengan penuh keikhlasan dan kesungguhan.
76. Hormati orang lain yang lebih tua dari kita.
77. Jangan membuka aib orang lain
78. Lihatlah orang yang lebih miskin daripada kita, lihat pula orang yang lebih berprestasi dari kita.
79. Ambilah pelajaran dari pengalaman orang-orang arif dan bijaksana.
80. Sediakan waktu untuk merenung apa-apa yang sudah dilakukan.
81. Jangan minder karena miskin dan jangan sombong karena kaya.
82. Jadilah manusia yang selalu bermanfaat untuk agama, bangsa dan negara.
83. Kenali kekurangan diri dan kenali pula kelebihan orang lain.
84. jangan membuat orang lain menderita dan sengsara.
85. Berkatalah yang baik-baik atau tidak berkata apa-apa.
86. Hargai prestasi dan pemberian orang.
87. Jangan habiskan waktu untuk sekedar hiburan dan kesenangan.
88. Akrablah dengan setiap orang, walaupun yang bersangkutan tidak menyenangkan.
89. Sediakan waktu untuk berolahraga yang sesuai dengan norma-norma agama dan kondisi diri kita.
90. Jangan berbuat sesuatu yang menyebabkan fisik atau mental kita menjadi terganggu.
91. Ikutilah nasihat orang-orang yang arif dan bijaksana.
92. Pandai-pandailah untuk melupakan kesalahan orang dan pandai-pandailah untuk melupakan jasa kita.
93. Jangan berbuat sesuatu yang menyebabkan orang lain terganggu, dan jangan berkata sesuatu yang dapat menyebabkan orang lain terhina.
94. Jangan cepat percaya kepada berita jelek yang menyangkut teman kita, sebelum dicek kebenarannya.
95. Jangan menunda-nunda pelaksanaan tugas dan kewajiban.
96. Sambutlah uluran tangan setiap orang dengan penuh keakraban dan keramahan dan tidak berlebihan;
97. Jangan memforsir diri untuk melakukan sesuatu yang di luar kemampuan diri.
98. Waspadalah akan setiap ujian, cobaan, godaan dan tantangan, Jangan lari dari kenyataan kehidupan;
99. Yakinlah bahwa setiap kebajikan akan melahirkan kebaikan dan setiap kejahatan akan melahirkan kerusakan.
100. Jangan sukses di atas penderitaan orang dan jangan kaya dengan memiskinkan orang.

08 Oktober 2004

BUKAN DIAN SASTRO FOR PRESIDENT #3!

Lowongan naskah untuk antologi puisi tahunan ON/OFF dibuka pada tanggal 7 Oktober – 10 November 2004. Naskah harap dikirimkan via email dalam bentuk file .rtf dibatasi hanya 5 naskah puisi untuk masing-masing pengirim, 2 puisi yang terbaik akan diseleksi editorial kami untuk masuk pada antologi. Pengirim harap mencantumkan biodata lengkap serta alamat lengkap.

Para kontributor yang masuk seleksi sebagai pengganti honorarium akan menerima 2 buah buku antologi puisi dan merchandise. Buku antologi akan diterbitkan pada bulan Desember 2004 dan diumumkan via mailing list atau baca di ON/OFF edisi #31.

Email: puisi_dikdian@yahoo.com

Kontak:
ON/OFF Media Orang Biasa
Blimbingsari CT IV/38
Ph. (0274) 544505, 541796 (CP: Astrid atau Hasta)