14 Januari 2004

bintang,bulan,awan dan angin
ada apa dengan kalian ?
mengapa jadi pemancing ?
lihat,
mulut-mulut terkait
tergantung antara surga dan neraka.

11 Januari 2004

masih terbayang bayangmu


entah mengapa bayangmu terlintas
diantara tiang lampu dijalanan kota malam ini
sehingga menguak kembali semua kenangan pahit
yang pernah ku lewati saat ku masih berada dihatimu dulu
sakit... amat sakit sekali...
sesakit luka didalam hati
yang dulu pernah engkau siram dengan sebotol air keras
dan melepuh didalam tangisan air mata darah ini...

masih terbayang olehku
tawa sinismu yang sembari menginjakkan kedua kakimu
diatas kepalaku saat ku berlutut dihadapanmu,
gelora emosi dan kemarahan
yang tak sanggup lagi kusembunyikan
saat ku teringat kau dan aku pernah berjalan kaki
diantara trotoar persimpangan titi kuning
ingin rasanya kuledakkan seluruh isi bumi
yang pernah mengingatkanku akan dirimu
yang kotor dan menjijikkan itu...

salam dari jiwaku tuk jasadmu
yang mati dilanggar oleh jalannya kereta yang penuh berisikan materimu
semoga engkau tak pernah terreinkarnasi kembali...
tulang-tulang menari tari
pada cermin setan melihat diri
malaikat dan bidadari
tak mati-mati

10 Januari 2004

Dikepalaku ada hujan
tiktiktiktiktiktiktiktiktiktiktiktik
terus deras lalu merintik
dan merintik lalu deras
seperti mendendangkan simfoni kenangan
kenangan indah
kenangan sedih
seperti hujan kerinduan
atau hujan airmata

Dikepalaku ada hujan
tiktiktitiktiktiktiktiktiktiktiktik
Hujan Cinta!



Balkoni,26 des 03


08 Januari 2004

sahabat sejalan dan kawan luka sebaya, selamat tahun baru. jalan di depan makin bertaji, tapi terus, terus lagi, juga bila harus dikutup sepi. 'isi gelas, dan tandaskan!'
puthut ea via sms, 311203@23.16.58

the adventure was over. time resumes its daily routine. aku pulang kembali bergabung dalam barisan. tetap semangat!puthut ea via sms, 81104@14.55.01

lalu aku tanya apa kau baik-baik saja, kapan tiba di yogya, masih demam opo ora? kamu masih di kereta dari surabaya, belum sembuh benar dan melamun saja. kemudian aku mulai cerita dengan jari jempolku dengan kelanjutan naskah dramamu yang nanti akan dipentaskan. aku masih terpaku di hadapan komputer, menyelesaikan editing tulisan dan masih harus menyelesaikan makalah untuk tugas kuliahku malam ini juga. aku juga cukup lelah.

tahun sudah baru dan malam itu aku mabuk. berbotol bir, mansion house sampai anggur orang tua, lalu seorang kawan datang membawa gin dan sprite. pesta kebun yang meriah, kolam dan obor seadanya. romantis dan sedikit gerimis. tapi ramai penuh dengan kawan-kawan tetapi lagi tidak ada yang turun ke jalan.

tahun ini entah kita harus berduka atau bersenang-senang saja. yang jelas kita semua sedang terluka namun santai-santai saja. kita semua sedang berjuang masing-masing dengan cara-cara kita sendiri dengan apa-apa yang masih kita percaya dan tersisa. mimpi yang dulu muluk-muluk entah sekarang nyata atau kita tinggalkan saja. kita sudah lelah untuk mengatasnamakan siapa-siapa. bahkan untuk diri kita sendiri, kita butuh keberanian yang lebih.

terlalu banyak yang kita lihat dan akan kita lihat di lapangan yang akan memukul apa yang kita percaya sebelumnya. lalu kita akan kemana, apakah sekian perjuangan akan sia-sia saja terbuang. tetapi tidak, kita belum sesinis itu kukira. mimpi-mimpi kita masih terletak di tempatnya, walaupun masih tetap sedang mencari suatu bentuk penyesuaiannya yang nyata. kita masih sedang meraba-raba di tengah sekian kegelapan yang pekat dan terlalu kuat ini.

malam ini memang terlalu sedih dan aku sedang ingin pergi. sebentar saja. boleh ya, thut? seminggu saja. aku janji. setelah tulisan ini selesai dan beberapa kerja-kerja yang menjadi tanggungjawabku selesai. kepalaku sedang penuh dan aku ingin lihat laut. aku ingin ke arah timur sebentar. singgah dan istirahat. kondisiku serupa hp yang sudah harus dicharge dengan listrik dan smsku sekarang sudah hampir habis jatahnya.

aku masih ingin ketemu beberapa orang, juga kau. karena semangat tidak akan pernah habis dari mata kawan-kawan. bahkan dalam beberapa kata makian, kita masih saling memperhatikan bukan.

semoga tahun ini tidak ada yang terbunuh.

-draft kecil untuk tulisan buat aky...
ada bercak darah
yang membekas dipunggung stupa
mengering dan pecah menjadi butiran logam,
ada hati yang membatu
dikarena luka-luka kasih yang t'lah mengebas
dan sumpah dihadapan patung dewa...

air mata tangisan yang membendung s'luruh isi klenteng
membasahi s'tiap dupa dan lilin
kini pun t'lah membuat mati-rasa seisi jiwa,
yang ada hanyalah tertinggalnya kenangan pahit
yang amis didalam kutukan s'tiap kata-kata...



07 Januari 2004

malam makin panjang terbaca
menoreh diri dalam dada
hitam pena
merah tinta

dada-dada berjalan
pada jalan tak bernama
mencari dada padan kata
mungkin susun terbaca artian



04 Januari 2004

: widyar

kita bisa jadi subjek kalau kita melawan dengan keberanian dengan sebuah revolusi dengan perubahan bahkan dengan pemberontakan untuk sebuah kemerdekaan.

kita bisa jadi subjek kalau setiap isi otak bangsa kita memiliki sebuah kesadaran untuk sebuah kebersamaan dalam mencapai tujuan bersama dengan kebenaran dan keadilan
lawan,lawan ,lawan
atau mati
tergilas oleh ketidakadilan
kita akan merdeka

dan semuanya milik bersama
untuk dibagi sama rata sama rasa

merdeka atau mati
:dyah

jika esok kau tengok ke arah timur, bersoraklah untuk kemenangan yang terbantahkan. untuk kesedihan yang tak kunjung reda. sebab kita memang tak pernah benar-benar merdeka, pun juga setengah merdeka. tidak. tidak pernah.

kita hanya lahir sebagai tumbal kehidupan, menjadi permainan dari banyak permainan hidup. kita hanya jadi objek tanpa sempat menjadi subjek. kita lahir dengan harapan sedang mati dalam keputus asaan.

kita menamakan diri sebuah bangsa, sedang impian bersama tak pernah ada. tak pernah ada. yang lahir hanya impian orang per-orang, kepala per-kepala. kita tidak pernah punya negara apalagi bangsa.

kau benar untuk sebuah kalimat, bahwa kita tidak pernah merdeka. tidak pernah.

03 Januari 2004

salam setengah merdeka atau tidak merdeka sama sekali
diantara tangis dan derita bangsa kita yang ternyata belum merdeka
akan perlakuan saudara sendiri dan penyumbatan aspirasi
suara saudara kecil oleh saudara besar
sedang wadah-wadah saudara kecil kian tidak berkualitas
hanya berkoar-koar kebanci-bancian
seperti luwesnya tukang jamu saat menjajahkan jamunya

salam setengah merdeka atau tidak merdeka sama sekali
saat ibu pertiwi tidak dapat melindungi anaknya lagi
dari hutang dan kelaparan yang kian membentuk dan memaksa otak
untuk berbuat hal yang tidak diinginkan
mencuri, merampas, menjambret, merampok, membunuh, memperkosa
dan lain-lain menjadi halal akan tekanan keadaan yang tidak dapat lagi
mencari pembenaran tentang hal yang haram dan halal

salam setengah merdeka atau tidak merdeka sama sekali
saat cendekiawan, ulama, sastrawan, seniman, politikus
hanya pintar berbicara tanpa ada gerakan kebawah secara realita
untuk menolong saudara kecil
cendekiawan hanya bisa membohongi saudara bodoh
ulama hanya bisa berbicara saja tanpa ada hal bukti secara realitanya
seniman ataupun sastrawan hanya bisa menulis puisi picisan tentang cinta,
keindahan dunia ataupun menggadaikan kemalangan saudaranya sendiri
politikus ya politikus saudara yang selalu berebut kursi karena ketakutan kehabisan kursi
akhirnya sekali lagi salam setengah merdeka atau tidak merdeka sama sekali

hanyakata ya hanyakata jika kita selalu menulis diri kita
tentang cinta ataupun indahnya dunia
tanpa dasar menengok pada saudara-saudara kecil kita
yang sedang berduka dengan segala lika-liku hidup
sebagai manusia diatas bumi yang sama-sama kita injak
untuk berbagi

salam setengah merdeka atau tidak merdeka sama sekali
kenapa kita tidak bisa membagi bahagia pada mereka
membagi roti membagi baju membagi tawa membagi susu
atau bahkan membagi darah dan nyawa kita
untuk sesama

salam setengah merdeka atau tidak merdeka sama sekali
kenapa kita tak membalut luka saudara kita
di Aceh, di Papua, ataupun di seluruh pelosok nusantara

bohong karena hanyakata memang hanya kata kata
dan bohong juga kalau sebagai seorang yang ingin menulis dengan
hanya kata kata tanpa hati dan rasa adalah sampah bagi hanya kata
jangan gampang ber kata kata tanpa bisa memerdekan saudara saudara kita
yang belum bisa ber kata kata karena luka dan duka yang mereka pikul
dan mereka panggul dalam hidup tanpa kita dapat berbagi dengan mereka
meskipun hanya dengan kata

salam setengah merdeka atau tidak merdeka sama sekali
merdeka merdeka dan setengah merdeka

02 Januari 2004

beku ... terdampar ...
cuba lihat di perkuburan sana..
beku disini bagai batu nisan ...
atau ... adakah berkubur tanpa nisan?
nisan itu ada yang nampak ...
tapi siapa yang melihat hadirnya disini ...
berkubur tanpa nisan ...
gadis sepi yang ditinggal kekasihnya.
kenapa menangis?
hidup bukan rakaman pita vhs ...
atau cakera vcd ...
tidak dapat diulang dan diperbetul ..
usap air mata mu gadis kecil ..
dan buka mata yang tertutup itu
dunia ini bukan sekadar tanah perkuburan mu
ada keindahan lain yang belum kau temukan.
bangkit dari deraan perasaan mu
berjalan keluar dari cadas batu yang menakutkan itu
keluarlah dari belenggu mimpi ngeri mu
didepan sana ...
ada pelangi yang menunggu
kamu kan tersenyum - itu janji ku pada mu.