06 Oktober 2003

Satu Dentingan Gelas Anggur Untukmu
: untuk rinting, dan hari-hari kemarin

kudengar kau akan menikah? secepat itu, entah bagaimana dan seperti apa, aku tidak bisa membayangkan. tetapi selamat saja, seperti semua orang akan bilang.

aku pernah bilang aku tidak pernah mudah percaya dan salah satunya dengan pernikahan. aku jadi teringat pernikahan frida kahlo dan diego rivera. seorang kawannya mengatakan, "pernikahan adalah sesuatu yang aku tidak percaya. dua orang akan menikah tanpa tahu bagaimana mereka akan membuat diri mereka masing-masing begitu menderita. pernikahan bagiku bukan hal yang revolusioner. tetapi, frida dan diego mengetahui hal itu dan tetap melangsungkan pernikahan, bagiku itu adalah hal yang revolusioner".

kurang lebih begitu ting, dari entah ratusan kata atau ribuan kata percakapan kita dulu. satu ucapan selamat yang seperti itu yang aku inginkan.

aku tetap mengharapkan dirimu baik-baik saja, sebelum atau sesudah kau menjalani rintangan-rintangan dalam kehidupan pernikahanmu esok. semoga selamat dan tetaplah bergenggaman tangan dan bersalaman di akhir nanti, apapun yang terjadi:)

*astrid
-yang tidak bisa hadir...
HAPPY ANNIVERSARY TING!
ada kata yang terlewat untuk dituliskan :

aku menikah dengan seorang wanita teman aku smp, Endah Kartika Susanti.

dulu,
pertemuan di tempat sampah
antara dua teriak serapah
kini,
saling ucap sumpah
satu sampai kematian memisah

05 Oktober 2003

penyesalan


mungkin tak sepantasnya aku mengadu dengan lantangnya jeritan suara,
membuat malam terdiam membisu kehilangan emas ditengah hening,
tak seharusnya guruh datang membawa awan merah,
membuat ampas kalem kehilangan derajat,
menyebabkan damai kehilangan kesucian bahtera,
tak ada pilihan segalanya harus terbuang percuma didalam tong sampah,
maka lenyap sudah tak tersisa sepasang gelas anggur dimana kita bersulang...




PERNIKAHAN
special for: kak Alfianus Rinting


walaupun mendung menjamah kemarau,
cicit burung tetap membuka awal sebuah pagi,
kala rintik halus gerimis menindik dataran tanah,
seluruh bunga memuji syukur akan dahaga yang terlepas,
tiada satu jamak yang mampu terlukis oleh pena emas,
pagi mendung berwajah tawa oleh angin yang tergirang,

undangan yang tercetak diatas selembar kertas ,
hela nafas lega saat menoleh sekeliling,
dentang lonceng gereja yang sedang melakukan upacara pernikahan,
pagar ayu yang berdiri beberapa langkah dari gerbang pintu,
kisah cinta tak berhabis dalam simfoni kehidupan,
pita-pita putih salju memagari bangku dan tiap sisi ruang hadir,
bersulang didalam acara pesta nan meriah,
kebahagiaan pun menguasai pagi mendung berintik gerimis,

hati ini terharu menyaksikan sepasang pengantin saling mengucap sumpah,
seikat bunga berwarna-warni menghiasi tangan kanan,
karangan bunga yang melingkar diantara sepasang leher berkalung,
seorang pendeta berkhotbah sambil memegang sebuah alkitab,
cincin berlian berkilau saling dikenakan di jari manis,


SELAMAT MENEMPUH KEHIDUPAN BARU AKU UCAPKAN... =)
SEMOGA BERBAHAGIA SELALU SELAMANYA AKU DOAKAN... =)
happy wedding, ting. walaupun kamu tahu pasti aku ga bakalan hadir
kukirimkan saja doa dari sini. semoga bahagia :D
Tuhan menyertai..

*dengan rendah hati kumohon ucapan terima kasihnya tidak berupa cinderamata, melainkan tiket pulang pergi medan-palangkaraya..

04 Oktober 2003

takut


tak terbersih walaupun dengan sekitab injil,
masih bergelimpah kerikil-kerikil cemas yang berserakan,
kalung salib yang mencegah sebuah aksi,
kerjaya pun tak pernah berbuah hasil,
harmonika sumbang,
dawai yang kehilangan melodi,
kanvas putih yang masih belum tercorak,
semuanya sungguh seperti sesuatu yang tak pasti,
hanya ada rasa takut menguak debu asa yang tertebar setiap saat...

:(
jika ada waktu .... datang ya

kalau ada waktu, datang ya ....

01 Oktober 2003

ku masih t'rus...


ditengah reruntuhan 'benteng kastil malam'ku
ku masih t'rus mencari dirimu yang hilang,
bersama puing-puing pengkhianatanmu
dengan luka disekujur raga,
rusuk yang patah,
airmata darah,
harapan yang sirna,
ku masih t'rus berusaha tuk menemukan...
MAYATKU dan MAYATMU!!!
ditemani kado 'hari kasih sayang'mu
sebuah pena berkarat yang t'lah kehabisan tinta
ku masih t'rus menggali...
dan mencari tiap liang kubur yang tak berjasad

kini...
dibatu yang mana harus kugoreskan sejarah kenangan kita?
ditanah yang mana harus kubisikkan cerita sastra kita?
kar'na...
ada yang sudah terbang bersama 'angin kepergian'mu,
ada juga yang t'lah terhanyut arus 'sungai kekecewaan'ku...
akhirnya...
lenyap sudah segenap dongeng kita didalam getirnya nestapa!!!
Why is each step I made is another step further from where it supposed to go?
Why each day becomes heavier than the day before?
Why cant we avoid mistakes that we have already taken before?
why is life is just a circle with no point to go?

And why do we always fall into someplace, something, somewhere, where we dont want to be?
Crawl back to reach the surface to fall into the same thing, over and over again.

What is it that blinded us? How should we see?

Why is everything that we wanted to do is always too late?

Is it true, to live is to die?