tergetar tangan kanan
terguncang kiri
menggelepar hati
gapai buah larangan
Gelinjang sentak
mengurai membentuk angin
merah dua lengkungan
menyisip wicara serak
kutubku utara bermatahari lama
engkau khatulistiwa hijau adanya
kan meleleh menuju mu
pasti membeku dipelukku
penjara ini membebaskan
kebebasan itu memenjarakan
biarlah cinta kita terpenjara
nikmati siksa perkosaan rasa
08 Februari 2002
07 Februari 2002
06 Februari 2002
03 Februari 2002
Di suatu sore.
Kepalanya tandus, hanya tersisa beberapa tanggul di sana sini. T- shirt marun ketat dengan blue jeans belel. Waktu itu aku mau naik, dan dia mau turun.
"Boleh aku bicara ?" , padahal aku kemarin baru melihat fotonya. Rambutnya masih lebat, walau sudah tampak kurus.
"Di situ saja", menujuk tangga sepi sambil terseyum. Masih indah.Masih merah merah.
"Lagi pusing nih, Bang". Mulutnya bergerak-gerak biasa, tapi aku lebih memperhatikan kepalanya, ujung dari kulit yang putih, seperi dulu.
Aku menutup mata sambil berpikir. Kosong.
Saat kubuka mata, kulihat jendela kaca terbuka. Bapak sebelah sedang memperbaiki mobilnya.
Sudah sore.
"Halo, Mano masih disini ngga ya ? Tau nomor teleponnya ? oooo ... kalo Budi pacarnya tau ngga ? emmm ... oke. Makasih ya ...".
*Klikkk*
Siapa yang tau , ya ? Ah , mandi dulu.
Kepalanya tandus, hanya tersisa beberapa tanggul di sana sini. T- shirt marun ketat dengan blue jeans belel. Waktu itu aku mau naik, dan dia mau turun.
"Boleh aku bicara ?" , padahal aku kemarin baru melihat fotonya. Rambutnya masih lebat, walau sudah tampak kurus.
"Di situ saja", menujuk tangga sepi sambil terseyum. Masih indah.Masih merah merah.
"Lagi pusing nih, Bang". Mulutnya bergerak-gerak biasa, tapi aku lebih memperhatikan kepalanya, ujung dari kulit yang putih, seperi dulu.
Aku menutup mata sambil berpikir. Kosong.
Saat kubuka mata, kulihat jendela kaca terbuka. Bapak sebelah sedang memperbaiki mobilnya.
Sudah sore.
"Halo, Mano masih disini ngga ya ? Tau nomor teleponnya ? oooo ... kalo Budi pacarnya tau ngga ? emmm ... oke. Makasih ya ...".
*Klikkk*
Siapa yang tau , ya ? Ah , mandi dulu.
01 Februari 2002
aku menemukan tempatku walau harus melewati tanah-tanah hitam dan bukit-bukit keungu-unguan lalu terantuk pada: cinta, tetapi aku tak akan mati begitu saja, karena aku sudah menemukan dimana akan kuletakkan batu nisan keabu-abuan itu. di atas tanah hitam dan disinari matahari beserta payung awan kemendungan, sesekali hujan. yah, sesekali hujan sambil menatap matamu yang coklat tua kehitaman, pada sore hari dan tatakan gelas kopi hitam. kita lalu mengerti mengapa kita berdua duduk disini, berhadapan dan terkadang saling menerjang satu sama lainnya, mengigit, menikam dan berpagutan, malam hari pun kita terlelap pada dada masing-masing. kepalamu di dadaku dan kepalaku di dadamu, juga tangan yang saling bergenggaman. selalu bergenggaman, hari ini, yang lalu dan pada suatu harapan kedepanan.
PENGUMUMAN (perhatian buat yg di bandung)
buat yang ada di bandung, kaya imam, butre ama ulus dan masih ada beberapa kawan yang laennya, sepertinya gue bakalan ada di bandung minggu depan utk beberapa hari. tolong kontak gue di email: indische@lycos.com ato kontak nomer hp ku: 0816 4822074
gue bakalan dateng ke bandung sama seorang temen, klo ada yg mo nganterin gue ke pasarbuku bandung dan palasari, gue bakalan berterimakasih sekali. kebetulan temen yg gue bawa ini mau ngurusin launching terbitan bumimanusia, klo ada yang tertarik bantuin yah monggo2. kontak gue yah, gue masih ada di yogyakarta saat ini.
buat yang ada di bandung, kaya imam, butre ama ulus dan masih ada beberapa kawan yang laennya, sepertinya gue bakalan ada di bandung minggu depan utk beberapa hari. tolong kontak gue di email: indische@lycos.com ato kontak nomer hp ku: 0816 4822074
gue bakalan dateng ke bandung sama seorang temen, klo ada yg mo nganterin gue ke pasarbuku bandung dan palasari, gue bakalan berterimakasih sekali. kebetulan temen yg gue bawa ini mau ngurusin launching terbitan bumimanusia, klo ada yang tertarik bantuin yah monggo2. kontak gue yah, gue masih ada di yogyakarta saat ini.
Jadilah dua pada antara
separuh hati terikut serta
berjuta kata mungkin ku kata
tersimpul pada : aku rindu kita
Aku mencandu sosok
tak bisa lepas tak bisa henti
Aku mencandu hati
tak terkupas tak rontok
Dan ... hari tetap berlalu
kumandang bertalu-talu
hidup terus melaju
yang pasti : aku rindu kamu.
hiksss :(
separuh hati terikut serta
berjuta kata mungkin ku kata
tersimpul pada : aku rindu kita
Aku mencandu sosok
tak bisa lepas tak bisa henti
Aku mencandu hati
tak terkupas tak rontok
Dan ... hari tetap berlalu
kumandang bertalu-talu
hidup terus melaju
yang pasti : aku rindu kamu.
hiksss :(
Langganan:
Postingan (Atom)