08 Februari 2002

tergetar tangan kanan
terguncang kiri
menggelepar hati
gapai buah larangan

Gelinjang sentak
mengurai membentuk angin
merah dua lengkungan
menyisip wicara serak

kutubku utara bermatahari lama
engkau khatulistiwa hijau adanya
kan meleleh menuju mu
pasti membeku dipelukku

penjara ini membebaskan
kebebasan itu memenjarakan
biarlah cinta kita terpenjara
nikmati siksa perkosaan rasa


berlari berjatuhan
karena kemana diri pergi
kata kata selalu menyerang
dan mengejar-ngejar
diri berulang kali tersandung-sandung
batu-batu dan kerikil ....
entah kapan sampai lelah

07 Februari 2002

mata melihatnya
mata melihatnya
sekali lagi
mata melihatnya

jam dinding masih berdetak
jarumnya berputar-putar
bergantian tipis dan tebal

jam berapa sekarang ?

06 Februari 2002

kubayangkan seandainya kau jadi miliknya...
adakah rasa cemburu... rasa sesak di dada... ?
hanya membayangkan
dengan mata batin
dan aku tahu bahwa suatu saat itu akan terjadi... entah kapan...
salahkah aku jika meredam rasa... membiarkan itu berlalu...
...
entahlah...

03 Februari 2002

lumpur

dan sisa-sisa banjir ini,
betapa ia mengikatkan aku padamu, pada kita,
tidakkah lumpur itu seperti kamu...
bukan tanah bukan air
tapi antara, sisi yang bertatapan, bersentuh-sentuhan

dan aku seperti iblis, mencintaimu seperti kuinjaki lumpur ini
Di suatu sore.

Kepalanya tandus, hanya tersisa beberapa tanggul di sana sini. T- shirt marun ketat dengan blue jeans belel. Waktu itu aku mau naik, dan dia mau turun.
"Boleh aku bicara ?" , padahal aku kemarin baru melihat fotonya. Rambutnya masih lebat, walau sudah tampak kurus.
"Di situ saja", menujuk tangga sepi sambil terseyum. Masih indah.Masih merah merah.
"Lagi pusing nih, Bang". Mulutnya bergerak-gerak biasa, tapi aku lebih memperhatikan kepalanya, ujung dari kulit yang putih, seperi dulu.
Aku menutup mata sambil berpikir. Kosong.
Saat kubuka mata, kulihat jendela kaca terbuka. Bapak sebelah sedang memperbaiki mobilnya.
Sudah sore.
"Halo, Mano masih disini ngga ya ? Tau nomor teleponnya ? oooo ... kalo Budi pacarnya tau ngga ? emmm ... oke. Makasih ya ...".
*Klikkk*
Siapa yang tau , ya ? Ah , mandi dulu.

01 Februari 2002

aku menemukan tempatku walau harus melewati tanah-tanah hitam dan bukit-bukit keungu-unguan lalu terantuk pada: cinta, tetapi aku tak akan mati begitu saja, karena aku sudah menemukan dimana akan kuletakkan batu nisan keabu-abuan itu. di atas tanah hitam dan disinari matahari beserta payung awan kemendungan, sesekali hujan. yah, sesekali hujan sambil menatap matamu yang coklat tua kehitaman, pada sore hari dan tatakan gelas kopi hitam. kita lalu mengerti mengapa kita berdua duduk disini, berhadapan dan terkadang saling menerjang satu sama lainnya, mengigit, menikam dan berpagutan, malam hari pun kita terlelap pada dada masing-masing. kepalamu di dadaku dan kepalaku di dadamu, juga tangan yang saling bergenggaman. selalu bergenggaman, hari ini, yang lalu dan pada suatu harapan kedepanan.
ada tahi lalat kecil
di cuping kiri telingamu

ada yang bercinta sore hari
di dalam sepinya kamarmu

aku
dan
kau

cintaku satu-satunya
kau
dan juga kota ini
aku
akan tinggal
PENGUMUMAN (perhatian buat yg di bandung)

buat yang ada di bandung, kaya imam, butre ama ulus dan masih ada beberapa kawan yang laennya, sepertinya gue bakalan ada di bandung minggu depan utk beberapa hari. tolong kontak gue di email: indische@lycos.com ato kontak nomer hp ku: 0816 4822074

gue bakalan dateng ke bandung sama seorang temen, klo ada yg mo nganterin gue ke pasarbuku bandung dan palasari, gue bakalan berterimakasih sekali. kebetulan temen yg gue bawa ini mau ngurusin launching terbitan bumimanusia, klo ada yang tertarik bantuin yah monggo2. kontak gue yah, gue masih ada di yogyakarta saat ini.
Jadilah dua pada antara
separuh hati terikut serta
berjuta kata mungkin ku kata
tersimpul pada : aku rindu kita

Aku mencandu sosok
tak bisa lepas tak bisa henti
Aku mencandu hati
tak terkupas tak rontok

Dan ... hari tetap berlalu
kumandang bertalu-talu
hidup terus melaju
yang pasti : aku rindu kamu.

hiksss :(
'kemarin' menjadi kata yang tidak begitu menyenangkan bila kata itu ada di dalam kalimat tentangmu
sama tak menyenangkannya dengan 'ketika kau disana' di kalimat tentang kegiatanku