16 Agustus 2001

saijah dan adinda - multatuli
puisi yang kau tulis di kertas tissue
:i.h.

jangan pernah hilang rasa itu
tuangkan saja
tuliskan saja

tak peduli dimana
sedang apa
dan mengapa

karena tak perlu lagi penjelasan
ketika realitas kau goreskan
merdeka?

tidak seperti ini...
tik

tik, trick, trizck,
treck, tetz, tezc,
trterst, zrec, zrek,
zrick, triz,

entah seperti apa bunyinya;
malam ini hanya aku dan detik-detik itu
lalu semuanya menghilang...
satu demi satu
mula-mula rasa malu
kemudian pada akhirnya harga diri...

terlalu mahalkah sesuap nasi di negeri ini?

13 Agustus 2001

dan kadang manusia tiada pernah jera dengan penderitaan
yang lambat tapi pasti akan merenggut jantungnya
ataukah itu semua karena sifat manusia...?
sanguinis, melankolis, koleris, phlegmatis...
menyatu semuanya dalam diri
berapa banyak kita berulang-ulang
melihat tulang belulang

masih tersisakah serpihan nurani
jika kau sentuh butiran nasi

dan kau bilang lidah tak bertulang
namun kulihat kau menikmati tulang..

liurmu mengalir jatuh
begitu runtuh

11 Agustus 2001

think [+]
lembaran asa yang kutulisi kini kian jelas terbaca
seiring terlepasnya gelembung-gelembung waktu
lepas bebas...
tanpa batas...

05 Agustus 2001

dari tanah
dari laut
dari api
dari langit

jadilah manusia!

02 Agustus 2001

jamal d.rahman